Korlantas Polri Olah TKP Kecelakaan Maut Pikap Tewaskan 12 Orang di Indramayu

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Korlantas Polri Olah TKP Kecelakaan Maut Pikap Tewaskan 12 Orang di IndramayuNasional | inews | Senin, 13 Juli 2026 - 19:54

INDRAMAYU, iNews.id – Tim khusus Korlantas Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan terkait kecelakaan maut pikap rombongan pengantin yang menewaskan 12 orang di Jalur Pantura Kiajaran, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. 

Polisi menggunakan teknologi canggih untuk mengurai secara detail penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Proses olah TKP tambahan kali ini dilakukan dengan menerapkan teknik Traffic Accident Analysis (TAA). Melalui metode modern ini, kronologi kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan tersebut dapat direkonstruksi ulang ke dalam bentuk visual video maupun foto tiga dimensi (3D).

Teknologi TAA ini diklaim mampu menyajikan visualisasi kronologi kejadian sebelum, sesaat, dan setelah benturan dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, mencapai 99 persen. Petugas di lapangan tampak mengambil gambar di beberapa titik krusial guna mengidentifikasi titik tabrak awal serta laju kecepatan masing-masing kendaraan.

Baca Juga:Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel

"Olah TKP dengan metode TAA ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran kronologi secara utuh dan ilmiah. Hasil rekonstruksi visual ini akan memiliki tingkat akurasi hingga 99 persen untuk mengungkap penyebab utama kecelakaan maut yang merenggut belasan korban jiwa ini," ujar Kasi Sipullahjianta Subdit Laka Dit Gakkum Korlantas Polri, AKBP Shandi Widyanoe, Senin (13/7/2026). 

Sebelumnya, mobil pikap Daihatsu Gran Max yang mengangkut total 17 orang penumpang dan sopir ditabrak truk tronton dari arah belakang. 

Kerasnya benturan membuat kendaraan pengangkut rombongan pengantin tersebut ringsek parah dan terpental. Berdasarkan data pembaruan di lapangan, korban meninggal dunia akibat insiden berdarah ini telah mencapai 12 orang. 

Sedangkan enam orang korban lainnya yang mayoritas merupakan anak-anak hingga kini masih harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Plumbon Indramayu.

Dari keenam korban luka yang dirawat tersebut, tim medis mengonfirmasi satu di antaranya saat ini masih dalam kondisi kritis.

Baca Juga:Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat

Diketahui, kecelakaan maut bermula saat mobil pikap yang dikemudikan oleh Warsidi tengah melaju di Jalur Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Pikap rombongan pengantin tersebut berniat untuk melakukan manuver berputar arah (u-turn).

Namun di saat yang bersamaan, truk tronton melaju kencang dari arah yang sama di belakangnya. Diduga karena jarak kedua kendaraan sudah terlalu dekat, pengemudi tronton gagal melakukan pengereman darurat. Truk bertubuh besar itu langsung menerjang pikap dengan sangat keras.

Benturan hebat tersebut membuat mobil pikap terdorong maju tanpa kendali hingga masuk ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, muncul truk Hino lainnya dari arah berlawanan sehingga tabrakan kedua kembali terjadi.

"Kendaraan Grand Max berhenti di sebelah kanan jalan dengan rencana ingin memutar balik. Namun sesaat setelah berhenti ditabrak kendaraan Hino Wing Box, sehingga terdorong dan terlempar ke jalur lawan lalu menabrak kendaraan di depannya," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jabar AKBP Jimmy Manurung.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Kesempatan Mengatasi "Fatherless"
• 4 jam lalu
0
thumb
Prabowo ke Wartawan: Kita Kawan, Jangan Simpan di Hati Kalau Saya Salah Bicara
• 23 jam lalu
0
thumb
Pantauan Malam Ini di Polda Metro Jaya, Penanganan Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Dinanti
• 23 jam lalu
0
thumb
Lionel Messi Antusias Hadapi Inggris, Semifinal Piala Dunia 2026 Jadi Pertemuan Perdana Sang Megabintang dengan Three Lions
• 2 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Turun Dipicu Kekhawatiran Lonjakan Inflasi
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.