Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkenalkan sekaligus menyerahkan unit contoh rumah hunian tetap (huntap) mandiri bagi warga penyintas banjir bandang di Sumatera Barat.
Sekretaris Utama BNPB Rustian dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa penyerahan kunci rumah contoh tersebut dilakukan pada Jumat (10/7) sekaligus mendorong warga terdampak untuk segera menempati hunian baru.
"Jangan sampai setelah dibangun Huntap tidak dihuni. Rumah ini sudah sangat layak, bahan aman, dan tahan hujan juga, jadi sangat aman," kata dia.
Rustian menjelaskan bahwa satu unit rumah yang diserahkan tersebut merupakan model percontohan pembangunan huntap mandiri yang memanfaatkan inovasi material berupa SEPABLOCK (Semen Padang Bata Interlock).
Baca juga: Kepala BNPB: Pembangunan huntara dan huntap terus dipercepat
Teknologi bata saling mengunci atau interlocking hasil inovasi dari perusahaan semen holding BUMN sejak tahun 2020 tersebut memiliki keunggulan berupa karakteristik ramah lingkungan, ramah gempa, waktu pengerjaan yang cepat, serta mudah dimobilisasi.
Namun BNPB belum melaporkan secara rinci berapa jumlah rumah huntap mandiri yang dibangun untuk kemudian diserahkan kepada masyarakat penyintas banjir di Sumatera Barat ini.
Hanya saja, Rustian menyebut bahwa rumah huntap tersebut menyasar penyintas banjir bandang di Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Panjang.
"Setiap rumah yang dibangun memiliki tipe 36 dan terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang tamu, dan dapur," ujarnya.
Dia memastikan bahwa BNPB akan segera memulai pembangunan massal unit huntap mandir berdasarkan basis data yang telah terverifikasi setelah proyek rumah percontohan ini berhasil diselesaikan.
"Percepatan pembangunan huntap merupakan komitmen pemerintah dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana," ungkapnya menambahkan.
Baca juga: Pemerintah pastikan bantuan huntara berlanjut hingga huntap selesai
Baca juga: BPBD: Huntap untuk korban bencana Pasaman Barat masih tahap evaluasi
Sekretaris Utama BNPB Rustian dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa penyerahan kunci rumah contoh tersebut dilakukan pada Jumat (10/7) sekaligus mendorong warga terdampak untuk segera menempati hunian baru.
"Jangan sampai setelah dibangun Huntap tidak dihuni. Rumah ini sudah sangat layak, bahan aman, dan tahan hujan juga, jadi sangat aman," kata dia.
Rustian menjelaskan bahwa satu unit rumah yang diserahkan tersebut merupakan model percontohan pembangunan huntap mandiri yang memanfaatkan inovasi material berupa SEPABLOCK (Semen Padang Bata Interlock).
Baca juga: Kepala BNPB: Pembangunan huntara dan huntap terus dipercepat
Teknologi bata saling mengunci atau interlocking hasil inovasi dari perusahaan semen holding BUMN sejak tahun 2020 tersebut memiliki keunggulan berupa karakteristik ramah lingkungan, ramah gempa, waktu pengerjaan yang cepat, serta mudah dimobilisasi.
Namun BNPB belum melaporkan secara rinci berapa jumlah rumah huntap mandiri yang dibangun untuk kemudian diserahkan kepada masyarakat penyintas banjir di Sumatera Barat ini.
Hanya saja, Rustian menyebut bahwa rumah huntap tersebut menyasar penyintas banjir bandang di Kota Padang, Kota Pariaman, dan Kabupaten Padang Panjang.
"Setiap rumah yang dibangun memiliki tipe 36 dan terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang tamu, dan dapur," ujarnya.
Dia memastikan bahwa BNPB akan segera memulai pembangunan massal unit huntap mandir berdasarkan basis data yang telah terverifikasi setelah proyek rumah percontohan ini berhasil diselesaikan.
"Percepatan pembangunan huntap merupakan komitmen pemerintah dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana," ungkapnya menambahkan.
Baca juga: Pemerintah pastikan bantuan huntara berlanjut hingga huntap selesai
Baca juga: BPBD: Huntap untuk korban bencana Pasaman Barat masih tahap evaluasi






Komentar (0)