Dokter Korea Ungkap Faktor Penting Agar Thread Lifting Beri Hasil Natural

tabloidbintang.com
5 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Perkembangan industri estetika medis membuat masyarakat semakin selektif memilih prosedur perawatan wajah. Tidak hanya mencari hasil cepat, pasien kini juga mempertimbangkan keamanan, tampilan natural, dan kompetensi dokter yang melakukan tindakan.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam program Korean Faculty Training Series yang digelar Daewoong Pharmaceutical Indonesia bersama CGBIO di Deamirabelle Clinic, Jakarta.

Melalui pelatihan bertema DOOTH: New Generation of Thread-Lifting, dokter estetika Indonesia mendapatkan kesempatan belajar langsung dari pakar Korea Selatan mengenai teknik penggunaan thread lifting yang tepat.

Salah satu pembicara utama dalam program tersebut adalah dr. Chang Doo Yeoul, pendiri Change Clinic di Gangnam, Seoul.

Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam prosedur kontur wajah dan tubuh, ia menekankan bahwa thread lifting bukan sekadar memasukkan benang ke bawah kulit.

Menurutnya, setiap wajah memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan perencanaan tindakan yang sesuai.

"Thread lifting bukan hanya memasukkan benang, tetapi merupakan prosedur yang perlu disesuaikan dengan struktur wajah dan kebutuhan setiap pasien,” ujar dr. Chang.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan pasien, arah tarikan atau lifting vector, serta ketepatan posisi benang menjadi faktor utama yang menentukan hasil akhir.

“Kunci keberhasilan thread lifting terletak pada pemilihan pasien yang tepat, perencanaan vektor lifting, dan penempatan benang yang presisi," ungkap dr. Chang

"Desain T-barb pada DOOTH membantu memberikan daya cengkeram pada jaringan sehingga dokter dapat mencapai efek lifting yang lebih terkontrol tanpa koreksi berlebihan,” tambahnya.

dr. Chang Doo Yeoul, pendiri Change Clinic di Gangnam, Seoul, menjadi pembicara utama dalam program Korean Faculty Training Series yang digelar Daewoong Pharmaceutical Indonesia bersama CGBIO di Deamirabelle Clinic, Jakarta. (Dok. Istimewa)

Pelatihan Intensif untuk Tingkatkan Kompetensi Dokter

Program pelatihan ini dilakukan dalam kelompok kecil dengan jumlah peserta sekitar 10–15 dokter. 

Format tersebut memungkinkan dokter berdiskusi lebih mendalam mengenai kasus klinis sekaligus mempraktikkan teknik secara langsung.

Dokter Deamirabelle Clinic, dr. Venny Wijaya, menilai edukasi berkelanjutan bagi dokter menjadi aspek penting dalam perkembangan estetika medis.

Menurutnya, teknologi terbaik tetap membutuhkan kemampuan dokter agar dapat digunakan sesuai indikasi.

“Setiap kali menggunakan teknologi baru, kami perlu memastikan desain dan kualitasnya mendukung tindakan yang aman, nyaman, serta sesuai dengan tujuan perawatan pasien,” tutur dr. Venny.

Ia menambahkan bahwa pendekatan thread lifting seperti DOOTH dapat membantu memberikan efek lifting yang natural dengan masa pemulihan relatif singkat apabila dilakukan pada pasien yang tepat.

Thread lifting sendiri menjadi salah satu pilihan bagi pasien yang mengalami kendur wajah ringan hingga sedang namun belum membutuhkan tindakan facelift. 

Prosedur ini bekerja dengan membantu mengembalikan posisi jaringan yang mulai turun sekaligus mendukung stimulasi kolagen secara bertahap.

Namun, hasil tindakan dapat berbeda pada setiap individu karena dipengaruhi kondisi kulit, area perawatan, teknik dokter, serta karakteristik wajah pasien.

Melalui program edukasi ini, Daewoong dan CGBIO berupaya memperkuat ekosistem estetika medis Indonesia dengan menghadirkan akses pembelajaran berstandar global.

Sejak 2025, lebih dari 300 dokter estetika telah mengikuti berbagai pelatihan klinis yang mencakup teknologi estetika seperti toksin botulinum, filler, hingga benang medis PDO.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu dokter memberikan layanan estetika yang semakin aman, tepat indikasi, dan sesuai kebutuhan pasien Indonesia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Foto: Kebakaran Pub di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Puluhan Lainnya Kritis
• 12 jam lalu
0
thumb
Biaya Pendidikan Anak yang Layak Capai Rp 18 Juta/Tahun, tapi Dana BOS Cuma Rp 900.000
• 3 jam lalu
0
thumb
Transaksi Kosmetik di TikTok Tertinggi, BPOM Khawatir Produk Ilegal Merajalela
• 5 jam lalu
0
thumb
Luciano Guaycochea Yakin Persib Mampu Bersaing di 4 Kompetisi Berbeda Musim ini
• 3 jam lalu
0
thumb
5 Berita Populer: Temon Meninggal Dunia; Totalitas Prilly demi Peran Baru
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.