Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka opsi untuk membangun fasilitas penyimpanan (storage tank) BBM di wilayah Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Opsi itu muncul usai Ditjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM menerima audiensi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Selayar, pekan lalu. Pemkab Kepulauan Selayar pun mengusulkan proyek pembangunan storage tank tersebut.
Sekretaris Ditjen Migas Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam mengatakan, pihaknya menyambut baik inisiatif dan kesiapan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar. Khususnya dalam menawarkan wilayahnya sebagai infrastruktur penyangga ketahanan energi nasional.
"Usulan dari Pak Bupati ini bisa menjadi salah satu titik alternatif yang sangat strategis untuk mengembangkan storage BBM di Indonesia, khususnya untuk memperkuat pasokan dan ketahanan energi di kawasan timur Indonesia," tutur Rizwi melalui keterangan resmi dikutip Senin (13/7/2026).
Rizwi menambahkan bahwa hasil pembahasan dari audiensi ini akan dilaporkan secara langsung kepada direktur jenderal migas dan menteri ESDM sebagai bahan evaluasi serta pertimbangan dalam perencanaan infrastruktur penyimpanan energi ke depan.
Adapun, dalam rencana usulan tersebut, estimasi kebutuhan harian daerah untuk BBM jenis Solar sekitar 30 hingga 50 kiloliter (kl) dengan rencana kapasitas storage tank tahap awal sebesar 6.000 kl.
Sementara, untuk BBM jenis Pertalite membutuhkan sekitar 20 hingga 40 kl per hari dengan kapasitas storage tank tahap awal sebesar 4.000 kl. Untuk BBM jenis Pertamax, kebutuhan hariannya diperkirakan berkisar antara 5 hingga 10 kl dengan rencana kapasitas storage tank tahap awal sebesar 2.000 kl.
Secara keseluruhan, total estimasi kebutuhan harian daerah mencapai 70 hingga 90 kl per hari, dengan total kebutuhan kapasitas storage tank untuk ketiga jenis BBM tersebut sebesar kurang lebih 12.000 kl. Dengan begitu, kapasitas storage tank tahap awal yang direncanakan diperkirakan berada pada kisaran 10.000 kl hingga 30.000 kl.
Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali menyampaikan urgensi pembangunan storage tank di daerahnya.
Dia menjelaskan, Kepulauan Selayar sangat bergantung pada kelancaran transportasi laut dari Terminal BBM Kota Makassar yang harus ditempuh melalui jalur laut dengan jarak tempuh sekitar 170 hingga 190 kilometer atau sekitar 8 hingga 10 jam pelayaran.
Maklum, Selayar merupakan wilayah yang terdiri atas 130 pulau (30 pulau berpenghuni) dan terpisah dari daratan utama Pulau Sulawesi. Pihaknya juga mengungkapkan bahwa hambatan distribusi musiman seringkali berdampak langsung pada stabilitas ekonomi masyarakat dan para nelayan.
Natsir menuturkan, tantangan yang dihadapi selama ini, setiap musim barat yang berlangsung sekitar 4 hingga 5 bulan, distribusi BBM menuju Kepulauan Selayar sering terganggu akibat cuaca buruk. Jika terputus 2 sampai 3 hari saja, harga BBM di kepulauan bisa melonjak tinggi hingga merugikan nelayan tradisional.
"Karena itu, kami mengusulkan pembangunan storage tank agar pasokan di daerah kami aman, sekaligus kami menawarkan Selayar sebagai hub nasional karena letak kami pas berada di tengah jalur pelayaran internasional ALKI II dan ALKI III,” tutur Natsir.
Untuk mendukung realisasi proyek strategis tersebut, Natsir menegaskan bahwa Pemkab Selayar telah menyiapkan regulasi tata ruang yang matang. Ini antara lain dari sisi kesiapan lahan, telah dialokasikan lahan seluas 2.000 hingga 3.000 hektare yang sudah disahkan dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW).
Pembangunan fasilitas storage tank BBM yang diusulkan Pemkab Kepulauan Selayar ini dirancang sebagai fasilitas logistik energi yang terintegrasi dengan sistem transportasi laut. Ini antara lain seperti tangki timbun BBM, dermaga kapal tanker (jetty), sistem pipa distribusi BBM, fasilitas bongkar muat BBM serta sistem keamanan dan pengendalian lingkungan.
Baca Juga
- Bahlil Tawarkan Indonesia jadi Lokasi Pembangunan Storage Minyak Asean
- Rusia Minat Bangun Kilang & Storage Minyak Baru di RI, Sejumlah Investor Siap Masuk
- RI Mau Bangun Storage Minyak, Analis Ingatkan Risiko Biaya hingga Efektivitas






Komentar (0)