Harga Telur Anjlok, Kemendag Bidik Ekspor ke Singapura

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) membidik peluang ekspor telur ayam ras ke Singapura sebagai upaya memperluas akses pasar sekaligus membantu menyerap produksi dalam negeri di tengah tekanan harga di tingkat peternak.

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra mengatakan pihaknya telah menjajaki potensi ekspor telur ayam ras ke sejumlah negara Asean, seperti Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Dari sejumlah negara tersebut, peluang ekspor ke Singapura mulai terbuka.

“Terkait dengan potensi pemasaran melalui ekspor untuk komoditas telur ayam ras ke beberapa negara di Asean, yaitu di Vietnam, Filipina, Thailand, kemudian Malaysia, dan Singapura. Dan saat ini memang ada potensi untuk komoditas telur ayam ras ini bisa terbuka untuk kita ekspor ke Singapura,” kata Nawandaru dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Dalam Negeri, Senin (13/7/2026).

Namun, Nawandaru menuturkan peluang tersebut bergantung pada kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar yang ditetapkan negara tujuan. Untuk itu, lanjut dia, Kemendag membutuhkan dukungan kementerian dan lembaga terkait untuk mendampingi peternak agar mampu memenuhi persyaratan ekspor yang ditetapkan negara tujuan.

Selain mendorong ekspor, Kemendag juga berupaya memperbaiki distribusi telur ayam ras di dalam negeri. Dalam hal ini, Kemendag tengah menjembatani kerja sama antara daerah sentra produksi agar dapat memperluas akses pemasaran bagi peternak mandiri sekaligus membantu mengurangi tekanan harga di tingkat produsen yang saat ini masih berada di bawah harga acuan.

Kemendag juga membuka ruang koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas perdagangan, dinas pertanian, dinas ketahanan pangan, serta asosiasi dan koperasi peternak untuk memperlancar pasokan dari daerah surplus menuju daerah yang masih mengalami harga tinggi.

Baca Juga

  • Kementan Klaim Bantuan Pangan Ayam dan Telur Berpotensi Dongkrak Kesejahteraan Peternak Rakyat
  • Pemerintah Atur Strategi Stabilkan Harga Daging Ayam & Telur
  • Produksi Daging Ayam & Telur Diproyeksi Surplus 2026, Harga Aman?

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian (Kementan) Muhammad Agung Sunusi mengatakan harga telur di sejumlah daerah mulai mengalami penurunan sehingga perlu diimbangi dengan upaya menjaga keseimbangan pasokan.

Untuk komoditas daging ayam ras, menurutnya, pemerintah perlu memetakan kondisi surplus dan defisit harian agar realokasi pasokan, baik dalam bentuk live bird maupun karkas, dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, optimalisasi rumah potong hewan unggas (RPHU), penguatan rantai dingin (cold chain), serta kemudahan perizinan distribusi lintas daerah juga perlu menjadi perhatian.

Harga Turun

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga telur ayam ras dan daging ayam tas menunjukkan tren penurunan pada pekan kedua Juli 2026.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan secara nasional, rata-rata harga telur ayam ras berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen dan tercatat turun 3,34% dibandingkan Juni 2026.

Pada pekan kedua Juli 2026, rata-rata harga telur ayam ras dibanderol Rp29.201 per kilogram, lebih rendah dibandingkan HAP yang ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram.

Sejalan dengan itu, sebanyak 70% wilayah di Indonesia telah mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) telur ayam ras.

Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH telur ayam ras juga terus menyusut, dari 49 daerah pada pekan ketiga Juni menjadi 45 daerah pada pekan keempat Juni, kemudian turun menjadi 24 daerah pada pekan pertama Juli dan kembali berkurang menjadi 22 daerah pada pekan kedua Juli 2026.

“Secara umum harga telur ayam ras sudah relatif membaik, dan sudah dalam tren menurun,” ujar Amalia.

Meski demikian, BPS masih mencatat sejumlah daerah dengan harga telur ayam ras yang relatif tinggi, yakni Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak yang masing-masing mencapai Rp90.000 per kilogram, serta Kabupaten Mamberamo Tengah sebesar Rp88.000 per kilogram.

Untuk komoditas daging ayam ras, BPS juga mencatat tren penurunan harga pada pekan kedua Juli 2026. Secara nasional, rata-rata harga daging ayam ras berada di bawah HAP konsumen dan turun 2,14% dibandingkan Juni 2026. Harga rata-rata nasional tercatat sebesar Rp37.273 per kilogram, lebih rendah dari HAP yang ditetapkan sebesar Rp40.000 per kilogram.

Data menunjukkan, penurunan harga tersebut juga tercermin dari perkembangan IPH di berbagai daerah. Sebanyak 56,67% wilayah di Indonesia mengalami penurunan IPH daging ayam ras hingga pekan kedua Juli 2026.

Sementara itu, jumlah kabupaten/kota yang masih mengalami kenaikan IPH terus menurun, dari 70 daerah pada pekan ketiga Juni menjadi 58 daerah pada pekan keempat Juni, kemudian turun menjadi 46 daerah pada pekan pertama Juli dan tetap berada di angka 46 daerah pada pekan kedua Juli.

Dari sana, harga daging ayam ras tertinggi masih tercatat di Kabupaten Intan Jaya sebesar Rp100.000 per kilogram, disusul Kabupaten Yahukimo sebesar Rp85.000 per kilogram, serta Kabupaten Pegunungan Arfak dan Kabupaten Pegunungan Bintang masing-masing sebesar Rp80.000 per kilogram.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Diwakili Sang Anak, IAS Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Sulsel Hari Ini
• 9 jam lalu
0
thumb
DPR Sentil Kemenhub soal Minimnya Anggaran Keselamatan Transportasi Darat
• 1 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam Stabil Rp 2,65 Juta/Gram, Galeri24 Rp 2,63 Juta/Gram
• 9 jam lalu
0
thumb
Pembiayaan Multiguna Sentuh Rp256,77 Triliun, Jadi Penyangga Industri Multifinance
• 4 jam lalu
0
thumb
Cara Self Healing Sederhana Tanpa Keluar Banyak Budget ala teman kumparan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.