Harga Minyak Melonjak Sentuh USD 79 per Barel Usai AS Kembali Serang Iran

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak melonjak setelah Amerika Serikat (AS) melanjutkan gelombang serangan baru terhadap Iran. Selain itu, kedua negara juga saling berselisih mengenai status Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran energi strategis dunia.

Minyak mentah acuan global Brent naik menembus level USD 79 per barel setelah menguat lebih dari 5 persen sepanjang pekan lalu. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan mendekati USD 74 per barel.

Komando Pusat AS menyatakan telah menyerang puluhan target di Iran pada Minggu (12/7), untuk melemahkan kemampuan Teheran dalam mengganggu pelayaran internasional yang melintasi Selat Hormuz.

Di sisi lain, Iran pada Minggu (12/7) menyatakan Selat Hormuz ditutup “hingga pemberitahuan lebih lanjut”. Pernyataan itu disampaikan setelah pasukan Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal terhadap sekutu-sekutu AS di Timur Tengah, termasuk Yordania dan Qatar.

Sementara itu, Kuwait melaporkan sebuah anjungan pengeboran lepas pantai miliknya terkena serangan dan mengalami kerusakan.

Harga minyak mentah kembali menguat sepanjang bulan ini karena ketidakpastian geopolitik memunculkan kembali premi risiko perang ke dalam harga. Kenaikan tersebut menghapus sebagian pelemahan yang terjadi pada Mei dan Juni, ketika kesepakatan damai sementara sempat memunculkan harapan meningkatnya pasokan minyak global.

Badan Energi Internasional pada Jumat (10/7) lalu memperingatkan meningkatnya kembali konflik berisiko menggagalkan upaya pemulihan cadangan minyak global. Hal tersebut menjadi pengingat atas besarnya dampak terhadap perekonomian dunia apabila konflik terus berlanjut.

Analis senior energi MST Marquee, Saul Kavonic, menilai eskalasi terbaru memang meningkatkan ketegangan, tetapi masih belum mengarah pada perang terbuka secara penuh.

“Situasinya masih meningkat, tetapi masih jauh dari perang terbuka sepenuhnya. Harga minyak kemungkinan akan terus merangkak naik selama serangan masih berlangsung dan lalu lintas di Selat Hormuz tetap berjalan dengan penuh kehati-hatian,” ujar Kavonic, seperti dikutip dari Reuters.

Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz yang biasanya mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia hampir terhenti pada Senin (13/7). Hal itu memperpanjang perlambatan yang telah terjadi sejak ketegangan meningkat pekan lalu. Meski demikian, Joint Maritime Information Center menyebut jalur pelayaran di sisi selatan Selat Hormuz yang dikoordinasikan oleh Oman masih dapat digunakan.

Di sisi lain, harga gas alam di Eropa juga ikut naik karena kekhawatiran eskalasi konflik akan mengganggu pengiriman energi. Kontrak berjangka gas sempat melonjak hingga 2,7 persen setelah naik hampir 8 persen sepanjang pekan lalu.

Meningkatnya kembali konflik tersebut juga memperkecil peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi. Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan “era kesepakatan sepihak telah berakhir”. Teheran pun menegaskan Washington harus memenuhi komitmennya terkait Selat Hormuz dan normalisasi ekspor minyak Iran sebelum perundingan dapat dilanjutkan.

Sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata telah “berakhir”, akan tetapi menegaskan AS tetap bersedia melanjutkan negosiasi.

Serangan terhadap fasilitas pengeboran minyak di Kuwait pada akhir pekan lalu menjadi serangan langsung pertama terhadap infrastruktur energi dalam beberapa pekan terakhir. Menurut Kavonic, apabila konflik meluas hingga menyasar lebih banyak infrastruktur energi, harga minyak berpotensi melonjak hingga mencapai USD 100 per barel.

Dalam sebulan terakhir, sejumlah produsen minyak di kawasan Teluk Persia, termasuk Uni Emirat Arab (UEA), yang sempat meningkatkan pemasaran minyak mentah setelah kesepakatan damai sementara meredakan kekhawatiran terhadap ekspor. UEA menjadi salah satu negara yang paling berhasil meningkatkan pengiriman minyak, antara lain melalui penggunaan kapal tanker pengangkut yang beroperasi tanpa mengaktifkan transponder pelacakan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dibintangi Lee Sung Kyung, Ini Sinopsis Drama Korea Weightlifting Fairy Kim Bok Joo, Gadis Atlet Angkat Besi yang Jatuh Cinta
• 3 jam lalu
0
thumb
Kejagung Bentuk Timsus Penyidik untuk Pelajari Berkas Kasus Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah
• 23 menit lalu
0
thumb
Sempat Dihentikan, Trans Beken Rute Terminal Bekasi–Harapan Indah Kembali Beroperasi Agustus
• 11 jam lalu
0
thumb
Aksi Trunojoyo Usut Tiga Korupsi Jumbo
• 21 jam lalu
0
thumb
Potret China Porak-poranda, Jutaan Warga Dievakuasi
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.