Polusi udara di Surabaya, Tangerang Selatan, dan sejumlah wilayah lainnya menempati posisi terburuk nasional pada Senin (13/7) pagi. Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.24 WIB, poin AQI wilayah-wilayah itu berada di atas 150 dan termasuk dalam kategori tidak sehat.
Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan.
"Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian penjelasan IQAir, dikutip pada Senin (13/7).
Dalam kondisi ini, IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.
Berikut daftar lima wilayah di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:
- Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 194 atau dalam kategori tidak sehat.
- Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 183 atau dalam kategori tidak sehat.
- Jakarta, dengan poin AQI 177 atau dalam kategori tidak sehat.
- Tangerang, Banten, dengan poin AQI 171 atau dalam kategori tidak sehat.
- Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 170 atau dalam kategori tidak sehat.
Sementara itu, Kota Pontianak di Kalimantan Barat memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 79. Kota Jambi menyusul di bawahnya dengan poin AQI 82, namun keduanya tergolong dalam kategori sedang.
Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara paling sehat mencapai poin AQI 10, tepatnya di Melbourne, Australia. Berikutnya ada Stockholm di Swedia dengan poin AQI 11 dan Sydney di Australia dengan poin AQI 13. Kualitas udara kota-kota tersebut masuk kategori baik.
Berbanding terbalik dengan kondisi tersebut, beberapa kota utama dunia berikut ini memiliki kualitas udara terburuk secara global, termasuk Jakarta:
- Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 249 atau dalam kategori sangat tidak sehat.
- Kampala, Uganda, dengan poin AQI 187 atau dalam kategori tidak sehat.
- Jakarta, Indonesia, dengan poin AQI 177 atau dalam kategori tidak sehat.
- Kolkata, India, dengan poin AQI 154 atau dalam kategori tidak sehat.
- Dhaka, Bangladesh, dengan poin AQI 153 atau dalam kategori tidak sehat.
Indeks AQI adalah konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.
Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori.
Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-150.
Sedangkan kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.
Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius.





Komentar (0)