Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (pemda) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) aktif mengidentifikasi dan mengembangkan potensi kerajinan khas di wilayah masing-masing. Hal itu penting untuk melestarikan budaya, menciptakan lapangan kerja, memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta meningkatkan perekonomian.
Menurut Tito, Indonesia memiliki kekayaan kerajinan tradisional, salah satunya tenun yang memiliki nilai seni tinggi. Bahkan, produk itu banyak diburu kolektor mancanegara karena keunikan dan kelangkaannya.
"Artinya, Indonesia, kita banyak sekali potensi yang luar biasa, tapi belum tergali," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 13 Juli 2026.
Hal tersebut disampaikan Mendagri dalam Penutupan Rangkaian Acara 46 Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bertajuk "Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia" di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Tito menilai banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan produk kerajinan bernilai tinggi. Salah satu contohnya, Mendagri menceritakan pengalaman memanfaatkan limbah cangkang mutiara di Raja Ampat, yang diolah menjadi berbagai produk kerajinan. Menurut dia, potensi serupa masih banyak ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.
Heru Wahyudi, pemilik kerajinan berbahan dasar paralon. Foto: Metrotvnews.com/Ade Hapsari.
Baca Juga :
Berawal dari Modal Rp500 Ribu, Kerajinan Paralon Bekas Ini Tembus Omzet Rp10 JutaTito menyebutkan pasar kerajinan dunia masih terbuka sangat luas, dengan nilai mencapai sekitar Rp500 triliun per tahun. Namun, Indonesia belum masuk jajaran 10 besar produsen kerajinan dunia. Padahal, dibandingkan negara lain, Indonesia memiliki keunggulan yang sulit ditandingi berupa produk kerajinan yang beragam.
Mendagri mengungkapkan setiap daerah di Indonesia memiliki karakteristik dan hasil kerajinan yang berbeda lantaran dipengaruhi budaya, lingkungan, serta ketersediaan bahan baku.
"Keunggulan Indonesia adalah Indonesia the most diverse handicraft in the world. Jadi, yang paling beragam di dunia, itu adalah Indonesia," ujar Tito.





Komentar (0)