Di Balik Karangan Bunga Pernikahan: Lebih Baik Uang atau Barang Bermanfaat

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Mejengnya karangan bunga di depan area venue pernikahan kerap kali menjadi kebanggaan tersendiri untuk para pengantin atau keluarga yang ikut berbahagia.

Keberadaan karangan bunga dalam suatu acara bukan lagi dianggap sebagai ucapan semata, melainkan mengandung banyak makna sosial di baliknya.

Untuk sebagian orang, mendapatkan karangan bunga ketika menggelar acara bisa menjadi ajang unjuk diri bahwa mereka dihargai oleh banyak orang.

Baca juga: Tren Kirim Karangan Bunga, Sekadar Ucapan atau Ajang Eksistensi?

Namun, untuk sebagian orang lagi, keberadaan karangan bunga hanya sebagai penghias depan venue acara yang digelar.

Merasa dihormati

Salah satu warga Jakarta bernama Riki (26), mengaku sangat bersyukur mendapat banyak karangan bunga ketika menggelar pernikahan dua tahun lalu.

"Dapat karangan bunga terakhir pas nikahan, saya bersyukur banget dapat karangan bunga itu, karena karangan bunga menurut aku suatu kehormatan yang tertinggi ketika kita mengadakan acara," ucap dia ketika ditemui Kompas.com di Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).

Karangan-karangan bunga itu, kebanyakan berasal dari rekan-rekan istrinya yang merupakan pegawai kantoran.

Berjejernya karangan bunga di depan area venue pernikahan, membuat banyak tamu yang datang salah fokus.

Baca juga: Potret Rumah Sederhana Temon, Tempat Berkumpul Para Pelawak Sebelum Terkenal

Riki bilang, banyak tamu yang bilang bahwa pernikahannya sangat meriah karena dihiasi dengan ucapan selamat di karangan bunga.

Lebih pilih uang

Meski merasa bersyukur dan dihormati, Riki sempat bingung akan dikemanakan karangan-karangan bunga tersebut setelah acara pernikahan.

Sebab, ia tahu bahwa sampah karangan bunga tidak bisa dibuang sembarangan ke Tempat Pembuang Sementara (TPS), karena ukurannya yang cukup besar.

Di sisi lain, ia tak bisa membawa karangan-karangan bunga tersebut ke rumahnya karena akan memakan tempat dan perlahan hanya menjadi sampah.

Akhirnya, Riki meminta bantuan kepada petugas pengangkut sampah yang bekerja di sekitar area venue pernikahannya tersebut untuk membersihkan sampah karangan bunga yang ada.

Oleh karena itu, apabila boleh memilih Riki lebih berkenan jika karangan bunga tersebut diganti menjadi hadiah yang lebih bermanfaat saja.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Mungkin karena aku kelas menengah, aku sih lebih baik duit atau barang yang bermanfaat, kalau itu kan jadi sampah dan cuma berlaku satu hari saja," sambung dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cara Mengurangi Nafsu Makan Berlebih saat Diet
• 10 jam lalu
0
thumb
Praperadilan Kedua Bergulir, Roy Suryo Bantah Ambil Data Elektronik Ilegal
• 9 jam lalu
0
thumb
Dari Amazing Muharram 15, Momentum Reset Hidup hingga Ajak Umat Islam Gencarkan Wakaf 99 Masjid di Indonesia
• 21 jam lalu
0
thumb
Viral Sekjen Kementerian PU Diduga Bakal Dimutasi Imbas Surat Perjalanan Dinas ke AS Dody Hanggodo Bocor
• 22 jam lalu
0
thumb
NU Lampung Tak Mau Calon Ketum PBNU Memegang Jabatan Politik
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.