JAKARTA, KOMPAS.com - Mejengnya karangan bunga di depan area venue pernikahan kerap kali menjadi kebanggaan tersendiri untuk para pengantin atau keluarga yang ikut berbahagia.
Keberadaan karangan bunga dalam suatu acara bukan lagi dianggap sebagai ucapan semata, melainkan mengandung banyak makna sosial di baliknya.
Untuk sebagian orang, mendapatkan karangan bunga ketika menggelar acara bisa menjadi ajang unjuk diri bahwa mereka dihargai oleh banyak orang.
Baca juga: Tren Kirim Karangan Bunga, Sekadar Ucapan atau Ajang Eksistensi?
Namun, untuk sebagian orang lagi, keberadaan karangan bunga hanya sebagai penghias depan venue acara yang digelar.
Merasa dihormatiSalah satu warga Jakarta bernama Riki (26), mengaku sangat bersyukur mendapat banyak karangan bunga ketika menggelar pernikahan dua tahun lalu.
"Dapat karangan bunga terakhir pas nikahan, saya bersyukur banget dapat karangan bunga itu, karena karangan bunga menurut aku suatu kehormatan yang tertinggi ketika kita mengadakan acara," ucap dia ketika ditemui Kompas.com di Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).
Karangan-karangan bunga itu, kebanyakan berasal dari rekan-rekan istrinya yang merupakan pegawai kantoran.
Berjejernya karangan bunga di depan area venue pernikahan, membuat banyak tamu yang datang salah fokus.
Baca juga: Potret Rumah Sederhana Temon, Tempat Berkumpul Para Pelawak Sebelum Terkenal
Riki bilang, banyak tamu yang bilang bahwa pernikahannya sangat meriah karena dihiasi dengan ucapan selamat di karangan bunga.
Lebih pilih uangMeski merasa bersyukur dan dihormati, Riki sempat bingung akan dikemanakan karangan-karangan bunga tersebut setelah acara pernikahan.
Sebab, ia tahu bahwa sampah karangan bunga tidak bisa dibuang sembarangan ke Tempat Pembuang Sementara (TPS), karena ukurannya yang cukup besar.
Di sisi lain, ia tak bisa membawa karangan-karangan bunga tersebut ke rumahnya karena akan memakan tempat dan perlahan hanya menjadi sampah.
Akhirnya, Riki meminta bantuan kepada petugas pengangkut sampah yang bekerja di sekitar area venue pernikahannya tersebut untuk membersihkan sampah karangan bunga yang ada.
Oleh karena itu, apabila boleh memilih Riki lebih berkenan jika karangan bunga tersebut diganti menjadi hadiah yang lebih bermanfaat saja.
"Mungkin karena aku kelas menengah, aku sih lebih baik duit atau barang yang bermanfaat, kalau itu kan jadi sampah dan cuma berlaku satu hari saja," sambung dia.






Komentar (0)