Pemimpin Eropa dan Ukraina Berduka atas Meninggalnya Senator AS Lindsey Graham

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Brussels: Jajaran pemimpin Eropa, Ukraina, hingga Israel menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya senator Amerika Serikat Lindsey Graham, yang meninggal dunia secara mendadak pada Sabtu, 11 Juli 2026, di usia 71 tahun.

Graham, tokoh senior Partai Republik dan sekutu dekat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dikenal luas sebagai salah satu pendukung paling vokal bagi Ukraina serta pengusung sanksi keras terhadap Rusia sejak pecahnya perang pada 2022.

Sebelum meninggal, Graham baru saja kembali dari kunjungan kenegaraan ke Kyiv.

Dilansir dari Politico, Senin, 13 Juli 2026, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut Graham sebagai sosok yang terus mendukung perjuangan Ukraina hingga akhir hayatnya.

"Senator Graham berjuang hingga akhir untuk mendukung perjuangan Ukraina demi kebebasan dan meningkatkan biaya yang harus ditanggung Rusia atas perang agresinya," tulis von der Leyen melalui media sosial X.

Kanselir Jerman Friedrich Merz menggambarkan Graham sebagai sahabat sejati dan mitra penting bagi Jerman.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku sangat berduka atas kabar tersebut. "Saya sangat sedih mendengar kabar wafatnya Lindsey Graham. Amerika dan dunia telah kehilangan seorang pemimpin yang gigih," ujar Zelensky.

Kepala Direktorat Intelijen Militer Ukraina, Kyrylo Budanov, juga menyatakan Ukraina kehilangan seorang sahabat sejati.

Ucapan duka juga datang dari mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang mengaku terkejut dan sangat sedih atas meninggalnya senator asal South Carolina tersebut.

Di Timur Tengah, sejumlah pejabat tinggi Israel turut memberikan penghormatan kepada Graham, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Presiden Isaac Herzog, serta Menteri Energi Eli Cohen.

Mereka mengenang Graham sebagai salah satu pendukung paling konsisten bagi hubungan strategis antara Amerika Serikat dan Israel.

Graham pertama kali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada 1994 sebelum memenangkan kursi Senat pada 2002.

Selama lebih dari dua dekade di Senat, ia menjadi salah satu figur konservatif paling berpengaruh dalam isu pertahanan, kebijakan luar negeri, dan keamanan nasional Amerika Serikat.

Baca juga:  Sakit Mendadak, Senator Senior Partai Republik Lindsey Graham Meninggal Dunia


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Persaingan Himpun DPK Kian Ketat, Bank Kecil Sulit Tambah Dana Mengendap
• 7 jam lalu
0
thumb
Fakta Unik Norwegia yang Sulit Dipercaya, Negara Minim Korupsi hingga Pajaknya Sangat Tinggi
• 16 jam lalu
0
thumb
Icha Chellow dan Mala Agatha Dilaporkan Polresta Malang Kota Atas Dugaan Pornografi
• 4 jam lalu
0
thumb
Murat Gassiev Paksa Peter Kadiru Menyerah dan Dibidik Hadapi Kabayel atau Dubois
• 8 jam lalu
0
thumb
Praktisi Hukum Rahmat Sorialam Harahap: Negara Tidak Boleh Dikalahkan Pengadilan Opini
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.