Irtja Tangahu Hadju Luncurkan Buku Berjudul Gorontalo Takdir Pohala’a

republika.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Buku yang menceritakan tentang sebuah peradaban yang membentuk suatu entitas sosio politik dari fase purba sampai terbentuknya suatu provinsi yang berjudul 'Gorontalo Takdir Pohala’a', hadir untuk mengingatkan kembali masyarakat era sekarang. Buku ini memuat perjuangan bangsa pada masa itu sampai menuju modernisasi.

Sang penulis, Irtja Tangahu Hadju, terinspirasi dari pengamatannya terhadap sejarah masa lalu yang lama-kelamaan terancam punah oleh faktor globalisasi. Atas dasar itu, penulis beranggapan sejarah adalah fondasi peradaban. Tanpa pemahaman mendalam mengenai masa lalu, generasi penerus akan kehilangan arah dalam menapaki masa depan.

Baca Juga
  • Peringati Satu Dekade, Big Bad Wolf akan Gelar Baca Buku Serentak Libatkan 1 Juta Orang
  • Jelang Tahun Ajaran Baru, Buku Tulis Berdesain Karakter Kian Diminati Pelajar
  • Nasdem: Rachmat Gobel akan Dimakamkan di Gorontalo

Buku 'Gorontalo: Takdir Pohala'a' hadir sebagai karya historiografi monumental yang merekonstruksi perjalanan peradaban Gorontalo, mulai dari fase purba hingga pembentukan entitas sosiopolitik "Duluwo Limo Lo Pohala'a". Fase terakhir memuat sejarah sampai menjadi sebuah provinsi sendiri selepas reformasi.

"Karya ini bukan sekadar catatan sejarah deskriptif, melainkan sebuah dialog yang lahir dari ketekunan riset selama dua dekade (2005-2026)," kata Irtja dalam peluncuran buku di Jakarta Selatan, Ahad (12/7/2026). Momen itu juga dihadiri Menpora periode 2009-2014 Adhyaksa Dault yang merupakan tokoh kelahiran Gorontalo.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kejagung Sudah Terima Administrasi Perkara Febrie Adriansyah dari Polri
• 20 menit lalu
0
thumb
SDN di Jaksel Diteror Ancaman Bom saat MPLS, Polisi Kerahkan Gegana
• 8 jam lalu
0
thumb
Terpopuler: Persaingan Merek China Memanas, Koleksi Mobil Haaland, dan Penjualan Bus Premium
• 10 jam lalu
0
thumb
Detik-detik Penangkapan Pengirim Pesan Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Tanpa Perlawanan
• 49 detik lalu
0
thumb
Curah Hujan Diprediksi Terus Menurun, BPBD Bogor Ingatkan Potensi Kekeringan hingga September
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.