Curah Hujan Diprediksi Terus Menurun, BPBD Bogor Ingatkan Potensi Kekeringan hingga September

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mengungkapkan wilayah Kota Bogor mulai memasuki periode curah hujan rendah berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan, kondisi tersebut diperkirakan berlangsung mulai Juli hingga September 2026.

"Prediksi BMKG untuk Kota Bogor, Juli sampai dengan September masuk curah hujan rendah," kata Dimas kepada wartawan di Balai Kota Bogor, Senin (13/7/2026).

Baca juga: BPBD Kota Bogor Buka Hotline Aduan Kekeringan, Warga Bisa Minta Bantuan Air Bersih

Ia menjelaskan, pada Juli intensitas hujan diperkirakan berkisar 50-100 milimeter, sedangkan pada Agustus hingga September turun menjadi sekitar 20-50 milimeter.

Menurut Dimas, penurunan curah hujan menjadi penyebab utama sekaligus pemicu awal terjadinya kekeringan di sejumlah wilayah Kota Bogor.

Akibatnya, pasokan air permukaan maupun air tanah, seperti debit sungai, volume waduk, hingga sumur warga, mulai mengalami penyusutan.

Baca juga: 50 KK di Bogor Utara Terdampak Kekeringan, BPBD Salurkan 4.000 Liter Air Bersih

"Mulai menyusut drastis karena tidak ada 'isi ulang' dari hujan," jelas dia.

Karena itu, Dimas mengimbau warga yang mengalami kekeringan atau krisis air bersih agar segera melapor kepada pengurus RT atau RW setempat.

Selanjutnya, laporan tersebut akan diteruskan ke BPBD untuk penyaluran bantuan air bersih.

"Tetap waspada, jaga kesehatan, dan saling peduli dengan tetangga sekitar," ujar dia.

Sebelumnya, kekeringan melanda RT 04/RW 04, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, pada Senin (13/7/2026).

Baca juga: Tarif BisKita Transpakuan Bogor Diusulkan Naik, Penumpang Minta Fasilitas Diperbaiki Lebih Dulu

Dimas mengatakan, sekitar 50 kepala keluarga (KK) terdampak setelah sumber mata air dan sumur warga mengering.

"Dikarenakan sumber mata air dan sumur warga kering. Kejadian ini mengakibatkan kekeringan di wilayah tersebut berdampak pada 50 KK," kata Dimas.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Kota Bogor telah menyalurkan sekitar 4.000 liter air bersih ke lokasi terdampak.

"Assessment dan penyaluran air bersih sekitar 4.000 liter sudah selesai dilakukan oleh personel TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pramono Izinkan ASN DKI Antar Anak Sekolah Sampai Jam 12.00 WIB Selama 3 Hari
• 9 jam lalu
0
thumb
RI Mau Bangun Pabrik Metanol di Bojonegoro, Segini Kapasitasnya
• 9 jam lalu
0
thumb
Pengamat UI Bahas Pernyataan Mojtaba Khamenei yang Janji Terus Balas Serangan AS | KOMPAS MALAM
• 20 jam lalu
0
thumb
Imigrasi Pangkas Bebas Visa 87 Persen untuk Perketat Seleksi WNA Berkualitas
• 19 jam lalu
0
thumb
Kecelakaan Maut di Tol Pejagan-Pemalang, 2 Orang Tewas
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.