Yogyakarta: Pembangunan proyek Tol Yogyakarta-Solo di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diperkirakan rampung 100 persen pada Agustus mendatang.
"Kalau nanti mau dipakai Nataru secara fisik insya Allah sudah bisa," kata Humas Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Area DIY PT Adhi Karya, Agung Murhandjanto pada Minggu, 12 Juli 2026.
Meski demikian, keputusan terkait operasional atau minimal fungsional masih akan dibahas bersama Jasa Marga. Progres pembangunan saat ini telah mendekati 90 persen.
Baca Juga :
Truk Towing Kecelakaan di Tol Cipali, Diduga Sopir Mengantuk"Sampai saat ini progresnya pengerjaan tol sudah 86 persen," ungkap Agung.
Agung mengungkapkan, pengerjaan konstruksi telah memasuki tahap pemasangan bondek sebagai penahan. Setelah itu, pekerjaan difokuskan pada pemasangan balok beton (girder) di jalur keluar tol serta pengecoran beton di atas ring road.
"Bondeknya itu penahan di bawah, terus di atas bondek itu ada besi-besi bajanya. Kemudian baru kita cor rigid di situ sampai pengaspalan di atas nanti," ujarnya.
Ilustrasi jalan tol. (Medcom.id)
Pekerja tengah fokus menyelesaikan pembangunan Gerbang Tol Trihanggo dengan siluet Keraton Ratu Boko. Tampilan situs bersejarah tersebut dibuat berbentuk segitiga menyerupai bangunan candi di atas gerbang tol, sementara pilar penyangganya tetap menggunakan desain seperti gerbang tol pada umumnya.
Menurut dia, ornamen aksara Jawa dan huruf latin sebagai penunjuk nama juga akan dipasang pada gerbang tersebut. Pemasangannya dibuat dua sisi, yakni dari arah masuk maupun keluar.
"Untuk saat ini masih dalam proses perangkaian atap yang kemudian akan dipasang di atas gerbang," ucap Agung.





Komentar (0)