Ringkasan Berita
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri Festival Kali Brantas V yang digelar Universitas Nusantara PGRI Kediri.
Festival menghadirkan Drama Tari Calon Arang sebagai upaya melestarikan budaya dan memperkuat identitas Kota Kediri.
Mbak Wali menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai agen pelestarian budaya sekaligus ruang pembelajaran mahasiswa.
Festival Kali Brantas V melibatkan sekitar 250 mahasiswa PGSD serta berbagai sanggar seni di Kota Kediri.
Kediri (beritajatim.com) – Festival Kali Brantas V kembali menjadi panggung pelestarian budaya di Kota Kediri. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor pelestarian budaya sekaligus penguat identitas daerah.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Festival Kali Brantas V yang digelar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Nusantara PGRI Kediri, Sabtu (11/7/2026).
Festival bertema “Merajut Cinta Untuk Melestarikan Eksotika Keberagaman Budaya Indonesia” itu menampilkan drama tari Calon Arang yang dikolaborasikan dengan berbagai sanggar seni di Kota Kediri sebagai bentuk implementasi pembelajaran seni pertunjukan bagi mahasiswa.
Festival Kali Brantas Konsisten Jadi Ruang Pelestarian Budaya
Dalam sambutannya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang akrab disapa Mbak Wali mengapresiasi konsistensi Universitas Nusantara PGRI Kediri yang selama lima tahun terakhir terus menyelenggarakan Festival Kali Brantas.
Menurutnya, menjaga keberlangsungan sebuah festival budaya bukanlah hal mudah, sehingga komitmen kampus tersebut layak mendapat apresiasi.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada keluarga besar Universitas Nusantara PGRI Kediri yang telah secara konsisten menghadirkan Festival Kali Brantas. Ini sudah tahun kelima. Tidak mudah menjaga konsistensi sebuah festival, tetapi Universitas Nusantara PGRI Kediri berhasil membuktikannya dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Ia juga memberikan penghargaan kepada seluruh mahasiswa yang telah mencurahkan kreativitas, tenaga, dan pemikiran dalam menyelenggarakan festival yang berbasis kajian akademik tersebut.
Menurut Mbak Wali, Festival Kali Brantas menjadi ruang belajar sekaligus media berekspresi yang mampu mengenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia, khususnya budaya yang berkembang di Kota Kediri.
Perguruan Tinggi Dinilai Menjadi Agen Pelestarian Budaya
Vinanda menilai konsep pembelajaran yang diterapkan Program Studi PGSD sangat relevan karena mahasiswa tidak hanya mempelajari teori seni pertunjukan di ruang kuliah, tetapi juga mengimplementasikannya secara langsung melalui sebuah pertunjukan budaya yang dapat dinikmati masyarakat.
“Ini adalah bentuk nyata hadirnya perguruan tinggi dalam menjalankan perannya, bukan hanya di bidang pendidikan, tetapi juga sebagai agen pelestarian budaya,” ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan, komunitas seni, dan pemerintah menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Drama Tari Calon Arang Perkuat Sejarah Budaya Kediri
Dalam kesempatan tersebut, Mbak Wali juga menyoroti pemilihan Drama Tari Calon Arang sebagai pertunjukan utama Festival Kali Brantas V.
Ia menjelaskan bahwa kisah Calon Arang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah budaya Kediri yang kemudian berkembang luas hingga Pulau Bali dalam berbagai bentuk seni pertunjukan.
Karena itu, masyarakat perlu memahami sekaligus melestarikan cerita tersebut sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
“Kita juga harus memahami nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam cerita Calon Arang sekaligus memperkuat positioning sejarah yang dimiliki Kota Kediri,” jelasnya.
Bertepatan dengan Hari Jadi Kota Kediri ke-1147
Festival Kali Brantas V tahun ini terasa semakin istimewa karena digelar bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1147.
Momentum tersebut dinilai tepat untuk semakin memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda melalui pendekatan yang kreatif.
“Saya berharap Festival Kali Brantas tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi terus berkembang menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, seniman, budayawan, komunitas, dan masyarakat. Semoga festival ini mampu melahirkan semakin banyak karya seni berkualitas serta memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya Indonesia, khususnya budaya yang ada di Kota Kediri,” tuturnya.
Berawal dari Gelar Karya Mahasiswa PGSD
Sementara itu, Rektor Universitas Nusantara PGRI Kediri Zainal Afandi menjelaskan Festival Kali Brantas berawal dari gelar karya mahasiswa PGSD pada mata kuliah seni pertunjukan.
Seiring berjalannya waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi festival budaya tahunan yang mengangkat kekayaan seni dan budaya khas Kediri.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sekitar 250 mahasiswa PGSD terlibat aktif sebagai penampil, panitia, maupun pengelola acara sehingga festival benar-benar menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Drama Tari Calon Arang dipentaskan melalui kolaborasi mahasiswa PGSD, SD Lab Universitas Nusantara PGRI Kediri bersama Sanggar Sekar Arum, Sanggar Griya Kencana, Sanggar Gantari, Sanggar Jaya Dwipa, Komunitas Dewa Sakti Indonesia, Reog Ponorogo, hingga pertunjukan Barongsai.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Khusnul Arif, Rektor Universitas Nusantara PGRI Kediri Zainal Afandi, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM Zachrie Achmad, jajaran sivitas akademika, para seniman, komunitas budaya, serta masyarakat yang memadati lokasi festival. [nm/but]





Komentar (0)