HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Timnas Swiss datang dengan kepercayaan diri tinggi menghadapi juara bertahan Argentina pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Duel yang akan berlangsung di Arrowhead Stadium, Minggu (12/7/2026) pukul 08.00 WIB itu menjadi kesempatan bagi Granit Xhaka dan kolega untuk mencetak sejarah dengan melangkah ke semifinal.
Meski menghadapi Lionel Messi dan deretan pemain bintang Argentina, kapten Swiss Granit Xhaka menegaskan timnya tidak gentar. Menurutnya, Swiss datang ke Amerika Serikat bukan sekadar menjadi peserta, melainkan untuk melangkah sejauh mungkin.
“Kami tidak datang ke sini untuk berhenti sekarang. Ketika Anda sudah sedekat ini, rasa lapar hanya akan semakin besar,” ujar Xhaka seperti dikutip dari Blick.
Gelandang berusia 33 tahun itu juga menepis anggapan bahwa laga melawan Argentina menjadi ajang balas dendam atas kekalahan Swiss di babak 16 besar Piala Dunia 2014.
Menurut Xhaka, skuad Swiss saat ini merupakan generasi yang berbeda dengan mentalitas baru.
“Kami bermain bagus saat itu. Tujuan utama kami adalah memenangkan pertandingan. Saat ini, Swiss benar-benar berbeda, dengan generasi yang berbeda dan mentalitas yang berbeda,” katanya.
Xhaka mengakui dirinya sudah cukup mengenal karakter permainan sejumlah pemain Argentina karena sering berhadapan di level klub bersama Lisandro Martinez, Cristian Romero, Enzo Fernandez, hingga Alexis Mac Allister.
Hal itu dinilainya menjadi keuntungan tersendiri dalam menyusun strategi menghadapi Albiceleste.
Namun, Swiss juga mengambil inspirasi dari sejumlah tim yang mampu merepotkan bahkan menahan tim-tim unggulan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk Cape Verde (Tanjung Verde) dan Mesir yang dikenal mampu tampil disiplin, kompak, serta berani menghadapi lawan yang secara kualitas berada di atas mereka.
Pelatih Murat Yakin pun diyakini akan kembali mengandalkan organisasi pertahanan yang rapat sebelum memanfaatkan serangan balik cepat melalui Dan Ndoye, Ruben Vargas, dan Breel Embolo.
” Saya juga orang yang suka bermimpi. Dan mimpi terkadang memang menjadi kenyataan. Tetapi agar itu terjadi, Anda harus melampaui batas kemampuan Anda dan melakukan hal-hal yang mungkin belum pernah Anda lakukan sebelumnya,” tutur Xhaka.
Di kubu Argentina, Lionel Scaloni diperkirakan melakukan sejumlah perubahan untuk menjaga kebugaran tim.
Lautaro Martinez diprediksi kembali menjadi starter mendampingi Lionel Messi di lini depan, sementara Facundo Medina berpeluang menggantikan Nicolas Tagliafico di sektor bek kiri.
Argentina tetap menjadi favorit berkat kedalaman skuad serta pengalaman mereka dalam pertandingan besar.
Meski demikian, Swiss diyakini akan memberikan perlawanan sengit dan berusaha memanfaatkan setiap celah yang muncul di lini pertahanan Albiceleste.
Prediksi Susunan Pemain
Argentina (4-1-2-1-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Facundo Medina; Leandro Paredes; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister; Enzo Fernandez; Lionel Messi, Lautaro Martinez.
Swiss (4-3-3): Gregor Kobel; Denis Zakaria, Nico Elvedi, Manuel Akanji, Miro Muheim; Granit Xhaka, Remo Freuler, Djibril Sow; Dan Ndoye, Breel Embolo, Ruben Vargas.
Laga ini diprediksi berlangsung ketat sejak menit awal. Argentina mengandalkan kreativitas Lionel Messi dan kualitas lini tengah mereka, sedangkan Swiss berharap disiplin bertahan serta kepemimpinan Granit Xhaka mampu membawa mereka menciptakan kejutan dan merebut tiket menuju semifinal Piala Dunia 2026.






Komentar (0)