Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan warga mengungsi ke wilayah dataran tinggi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang Kabupaten Buol pada Minggu (12/7) malam.
“Saat ini warga mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi akibat kepanikan setelah gempa terjadi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah Asbudianto dalam laporannya di Palu, Minggu malam.
Ia mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buol bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah sedang melakukan asesmen di lapangan.
Sementara itu, jumlah warga terdampak, pengungsi, korban, maupun kebutuhan mendesak hingga saat ini masih dalam pendataan.
Ia mengatakan, selain menyebabkan kepanikan warga yang memilih mengungsi ke daerah lebih tinggi, padamnya aliran listrik juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah pascagempa.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 dengan kedalaman 21 kilometer mengguncang Kabupaten Buol pada pukul 20.46 WIB atau 21.46 WITA.
Episenter gempa berada pada koordinat 1,31 derajat Lintang Utara dan 121,36 derajat Bujur Timur atau sekitar 37 kilometer timur laut Buol, Sulawesi Tengah. Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami.
Meski demikian, BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG.
Baca juga: BPBD pastikan gempa magnitudo 5,4 di Buol tak berpotensi tsunami
“Saat ini warga mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi akibat kepanikan setelah gempa terjadi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah Asbudianto dalam laporannya di Palu, Minggu malam.
Ia mengatakan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buol bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah sedang melakukan asesmen di lapangan.
Sementara itu, jumlah warga terdampak, pengungsi, korban, maupun kebutuhan mendesak hingga saat ini masih dalam pendataan.
Ia mengatakan, selain menyebabkan kepanikan warga yang memilih mengungsi ke daerah lebih tinggi, padamnya aliran listrik juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah pascagempa.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,1 dengan kedalaman 21 kilometer mengguncang Kabupaten Buol pada pukul 20.46 WIB atau 21.46 WITA.
Episenter gempa berada pada koordinat 1,31 derajat Lintang Utara dan 121,36 derajat Bujur Timur atau sekitar 37 kilometer timur laut Buol, Sulawesi Tengah. Hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami.
Meski demikian, BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG.
Baca juga: BPBD pastikan gempa magnitudo 5,4 di Buol tak berpotensi tsunami






Komentar (0)