JAKARTA, DISWAY.ID - Ancaman kemarau panjang yang dipicu fenomena El Niño 2026 mulai diantisipasi pemerintah dengan menggerakkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara nasional.
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggelar rapat kerja berskala besar yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, ratusan perusahaan pemegang konsesi, hingga masyarakat guna memperkuat koordinasi menghadapi musim kering yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, khususnya di kawasan ekosistem gambut.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat membuka Raker Pencegahan dan Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan pada Ekosistem Gambut bertema “Pencegahan Kebakaran Gambut Menghadapi El Niño 2026” di Jakarta.
BACA JUGA:Puncak Musim Kemarau Diprediksi Juli-September 2026, BMKG Imbau Warga Siapkan Mitigasi!
Hal ini menunjukkan besarnya skala dan tingkat urgensi upaya pencegahan kebakaran lahan, gambut, dan tempat pemrosesan akhir sampah selama periode kemarau panjang.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari proses koordinasi yang lebih luas dengan melibatkan lembaga pemerintah, perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Diungkapkan Menteri Jumhur Hidayat, sehari sebelumnya telah berlangsung pertemuan di Bali bersama tiga menteri dalam forum ASEAN yang membahas kebakaran hutan dan lahan, serta kemungkinan kebakaran di kawasan pesisir atau laut.
Setiap negara memiliki langkah dan strategi masing-masing untuk mengatasi risiko kebakaran.
BACA JUGA:Siap-siap! Puncak Kemarau Landa 17 Wilayah Ini Sepanjang Juli-September 2026
Keterlibatan dalam forum regional tersebut menjadi konteks yang lebih luas bagi pertemuan di tingkat nasional.
Upaya pencegahan yang dilakukan Indonesia bukanlah tindakan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari respons regional terhadap kabut asap lintas batas, kekeringan berkepanjangan, serta kebakaran hutan dan lahan yang terjadi secara berulang.
Pertemuan tersebut melibatkan hampir 400 perusahaan yang menguasai wilayah konsesi dengan luas masing-masing dapat mencapai sekitar 100.000 hektare.
Jika digabungkan, seluruh wilayah konsesi tersebut mencakup jutaan hektare, termasuk kawasan perkebunan, wilayah terkait industri minyak, dan berbagai bentuk kegiatan industri lainnya.
BACA JUGA:Indigo Ungkap Prediksi Kemarau Ekstrem hingga Krisis Pangan di Indonesia: Yang Mengerikan Menurut Saya..
Instruksi utama Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat kepada perusahaan sangat jelas: kebakaran tidak boleh terjadi di dalam wilayah konsesi dan seluruh titik yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran harus dicegah sejak awal.
- 1
- 2
- 3
- 4
- »






Komentar (0)