Terkini, Makassar — Penyelenggaraan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 membawa dampak positif bagi industri perhotelan di Kota Makassar.
Kehadiran sekitar 180 ribu pengunjung selama rangkaian kegiatan berlangsung membuat tingkat hunian hotel meningkat tajam hingga mencapai 85–90 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, mengatakan hampir seluruh hotel di Makassar merasakan lonjakan tamu selama pelaksanaan event nasional tersebut.
“Hampir semua hotel di Makassar merasakan manfaatnya lewat event HUT ke-46 Dekranas dan HKG PKK ke-54 di Kota Makassar. Okupansi diperkirakan menembus 85 hingga 90 persen,” ujar Anggiat.
Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan HUT Dekranas dan HKG PKK, tingkat okupansi hotel di Makassar rata-rata hanya berada pada kisaran 40 hingga 45 persen.
Dengan tingginya jumlah peserta dan tamu yang datang dari berbagai daerah, sejumlah hotel bahkan dilaporkan berada dalam kondisi full booked.
“Kami berterima kasih. Ini merupakan event yang mampu menghadirkan pemerataan tingkat hunian hotel di Kota Makassar,” katanya.
180 Ribu Pengunjung Padati Makassar
Ketua Panitia Harian HUT Dekranas ke-46, Sukarniaty Kondolele, mengungkapkan tingginya kunjungan masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan HUT Dekranas dan HKG PKK Tahun 2026.
Hingga 11 Juli 2026, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 180.000 orang, dengan rata-rata 30.000 hingga 40.000 pengunjung setiap hari.
Pada puncak peringatan HUT Dekranas ke-46, jumlah pengunjung diperkirakan menembus 80.000 orang dalam sehari.
“Tingginya angka kunjungan menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap produk kerajinan, wastra, dan ekonomi kreatif, sekaligus memperlihatkan tingginya kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan event nasional di Kota Makassar,” ujar Sukarniaty.
Menurutnya, penyelenggaraan HUT Dekranas dan HKG PKK bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi sarana promosi produk unggulan daerah.
Sebanyak 203 stan dari provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia menampilkan berbagai produk kerajinan, wastra, kriya, fesyen, aksesori, serta produk berbasis kearifan lokal.
Pariwisata, Kuliner, dan UMKM Ikut Terdongkrak
Selain industri perhotelan, dampak positif penyelenggaraan event nasional tersebut juga dirasakan sektor pariwisata, transportasi, restoran, pusat kuliner, jasa perjalanan wisata, pusat oleh-oleh, hingga pelaku UMKM.
Selama kegiatan berlangsung, lebih dari 3.000 peserta resmi hadir di Makassar, belum termasuk pendamping, tamu, dan wisatawan.
Mobilitas ribuan peserta tersebut menciptakan efek berganda yang menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Sukarniaty mengatakan rangkaian kegiatan yang meliputi pameran, forum bisnis, workshop, talkshow, promosi produk unggulan daerah, hingga pertunjukan seni budaya menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, perajin, dan masyarakat.
“Penyelenggaraan HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempromosikan wastra, produk kerajinan, UMKM, memperkuat jejaring antardaerah, meningkatkan daya saing perajin, sekaligus memperluas akses pasar produk kerajinan Indonesia,” tutur Sukarniaty.
Ia berharap keberhasilan penyelenggaraan HUT Dekranas ke-46 di Makassar dapat menjadi momentum untuk terus memperkuat promosi produk unggulan daerah, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, serta memperluas pasar bagi pelaku UMKM dan industri ekonomi kreatif.
Keberhasilan menghadirkan ratusan ribu pengunjung dan meningkatkan okupansi hotel hingga 90 persen menunjukkan bahwa penyelenggaraan event nasional mampu memberikan manfaat nyata bagi daerah, baik melalui peningkatan kunjungan wisata maupun pertumbuhan sektor jasa dan ekonomi masyarakat.





Komentar (0)