HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan berencana melakukan revitalisasi besar-besaran Benteng Rotterdam, salah satu cagar budaya nasional dan ikon sejarah penting di Indonesia Timur. Rencana ini disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat meninjau kondisi fisik benteng yang telah berdiri kokoh selama lebih dari empat abad di Kota Makassar, Minggu (12/7/2026).
Kunjungan Menteri Fadli Zon yang didampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan Benteng Rotterdam yang mulai mengalami kerusakan akibat usia. Selain meninjau struktur bangunan, Fadli Zon juga mengamati koleksi museum dan arsip sejarah yang tersimpan di dalam kompleks benteng.
Fadli Zon memperoleh penjelasan mendalam mengenai perjalanan sejarah Benteng Rotterdam dari pengelola benteng. Ia menegaskan pentingnya revitalisasi yang harus tetap mengedepankan prinsip pelestarian cagar budaya agar benteng dapat berfungsi optimal sebagai pusat edukasi, kebudayaan, dan sejarah sekaligus ruang aktivitas seni budaya.
Benteng Rotterdam merupakan benteng terbesar di Sulawesi Selatan yang cikal bakal pembangunannya dimulai pada abad ke-16 dan dibangun kembali oleh pemerintah kolonial Belanda pada abad ke-17. Benteng ini juga menjadi lokasi penahanan Pangeran Diponegoro setelah Perang Jawa pada 1830 hingga wafatnya, sehingga memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi.
“Tahun ini kita harapkan akan dilakukan revitalisasi Benteng Rotterdam dengan melakukan berbagai perbaikan. Ternyata masih banyak dinding yang terkelupas, terjadi kebocoran, dan membutuhkan penataan kawasan agar benteng ini dapat berfungsi lebih optimal sebagai pusat edukasi, pusat kebudayaan, pusat sejarah, sekaligus ruang aktivitas seni budaya,” jelas Fadli Zon.
Ia menambahkan, “Revitalisasi akan dilakukan dengan tetap mengedepankan kaidah-kaidah pelestarian cagar budaya. Sejumlah fasilitas yang ada juga akan dimaksimalkan seperti museum dan perpustakaan sebagai ruang edukasi. Hingga pengembangan fasilitas baru seperti penyajian sejarah secara imersif agar pengalaman pengunjung semakin menarik.”
“Kita harapkan dalam waktu dekat revitalisasi ini segera dilaksanakan. Kementerian Kebudayaan akan melakukan kajian yang cepat namun tetap tepat sesuai prinsip-prinsip pemugaran cagar budaya,” pungkasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut baik komitmen pemerintah pusat untuk merevitalisasi Benteng Rotterdam. Menurutnya, pelestarian kawasan budaya bersejarah bukan hanya untuk menjaga warisan bangsa, melainkan juga sebagai investasi jangka panjang bagi pengembangan sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif di Kota Makassar.
“Pelestarian kawasan bersejarah tersebut bukan hanya penting untuk menjaga warisan budaya bangsa, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pengembangan sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif di Kota Makassar,” kata Munafri.
Lebih lanjut, ia berharap revitalisasi nantinya mampu memperkuat posisi Benteng Rotterdam sebagai destinasi unggulan nasional yang tidak hanya menghadirkan nilai sejarah, tetapi juga menjadi ruang publik yang hidup untuk berbagai aktivitas seni, budaya, riset, dan edukasi masyarakat. (*/)






Komentar (0)