Jakarta (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kualitas produk melalui penguatan legalitas, kemasan, branding, dan pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Menurut Siti Fauziah, penguatan kapasitas UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan karena sektor tersebut menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
"UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang harus terus didorong agar mampu naik kelas. Produk-produk UMKM harus memiliki kualitas yang baik, legalitas yang jelas, kemasan yang menarik, branding yang kuat, serta mampu memanfaatkan pemasaran digital agar dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional," kata Siti dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Saat kegiatan pembinaan dan kurasi produk ekonomi kreatif menuju peluncuran Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan di Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (11/7), Siti menilai pengembangan Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan menjadi contoh pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat karena memadukan potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat dalam satu kawasan.
Menurutnya, model tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya.
"Saya melihat Pasar Jadoel Reborn memiliki konsep yang sangat baik karena memadukan budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat dalam satu kawasan. Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dijaga sehingga mampu menjadi contoh pengembangan wisata berbasis masyarakat yang menggerakkan ekonomi lokal," ujar dia.
Siti Fauziah juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas ekonomi kreatif, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempersiapkan peluncuran Pasar Jadoel Reborn. Menurut dia, sinergi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Ketua Umum Paguyuban Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan Yonatan Liliek Prihartanto mengatakan pembinaan dan kurasi produk menjadi langkah awal memperkuat Pasar Jadoel Reborn sebagai destinasi wisata budaya sekaligus pusat ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI beserta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, pikiran, waktu, doa, maupun bantuan lainnya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh semangat kebersamaan," kata dia.
Yonatan berharap penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan dapat membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi lokal sehingga Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan berkembang menjadi salah satu ikon wisata budaya Kabupaten Karanganyar yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
Baca juga: Penguatan UMKM strategi penting bawa Jakarta menuju 50 kota global
Baca juga: Wamenekraf ajak investor tanam modal di sektor ekonomi kreatif
Menurut Siti Fauziah, penguatan kapasitas UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan karena sektor tersebut menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
"UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia yang harus terus didorong agar mampu naik kelas. Produk-produk UMKM harus memiliki kualitas yang baik, legalitas yang jelas, kemasan yang menarik, branding yang kuat, serta mampu memanfaatkan pemasaran digital agar dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional," kata Siti dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Saat kegiatan pembinaan dan kurasi produk ekonomi kreatif menuju peluncuran Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan di Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (11/7), Siti menilai pengembangan Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan menjadi contoh pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat karena memadukan potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat dalam satu kawasan.
Menurutnya, model tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya.
"Saya melihat Pasar Jadoel Reborn memiliki konsep yang sangat baik karena memadukan budaya, pariwisata, dan ekonomi rakyat dalam satu kawasan. Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dijaga sehingga mampu menjadi contoh pengembangan wisata berbasis masyarakat yang menggerakkan ekonomi lokal," ujar dia.
Siti Fauziah juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas ekonomi kreatif, dunia usaha, dan masyarakat dalam mempersiapkan peluncuran Pasar Jadoel Reborn. Menurut dia, sinergi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memperluas peluang pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Ketua Umum Paguyuban Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan Yonatan Liliek Prihartanto mengatakan pembinaan dan kurasi produk menjadi langkah awal memperkuat Pasar Jadoel Reborn sebagai destinasi wisata budaya sekaligus pusat ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Ibu Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI beserta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, pikiran, waktu, doa, maupun bantuan lainnya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan penuh semangat kebersamaan," kata dia.
Yonatan berharap penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan dapat membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis potensi lokal sehingga Pasar Jadoel Reborn Sapta Tirta Pabelan berkembang menjadi salah satu ikon wisata budaya Kabupaten Karanganyar yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
Baca juga: Penguatan UMKM strategi penting bawa Jakarta menuju 50 kota global
Baca juga: Wamenekraf ajak investor tanam modal di sektor ekonomi kreatif






Komentar (0)