REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Robert Pattinson mengaku lebih menikmati memerankan tokoh antagonis dibandingkan pahlawan. Bintang Twilight berusia 40 tahun itu mengungkapkan alasannya saat menghadiri pemutaran perdana film The Odyssey di London pada Senin (6/7/2026).
Dalam wawancaranya dengan People, Pattinson mengatakan bahwa ia senang mengeksplorasi sisi jahat melalui karakter yang diperankannya. "Saya suka menurunkan ekspektasi orang. Itu selalu menjadi hal favorit saya, itu selalu menjadi tempat saya berada. Menjanjikan lebih sedikit lalu memberikan lebih dari yang diharapkan, itulah moto saya," kata Pattinson dilansir laman People, Ahad (12/7/2026).
Baca Juga
Momen Unik Tom Holland Kasih Tau Zendaya Ikut Main di Film The Odyssey
Pedangdut Anisa Bahar Kesal Lirik Lagu 'Gapapa' Diubah Jadi Mesum
Komedian Temon Meninggal Dunia pada Usia 60 Tahun
Dalam The Odyssey, Pattinson memerankan Antinous, tokoh yang menjadi antagonis utama. Antinous berusaha mempersunting Penelope (Anne Hathaway), istri Odysseus (Matt Damon), selama sang pahlawan menghilang bertahun-tahun setelah Perang Troya.
Selain ingin menikahi Penelope, Antinous juga berambisi merebut takhta Odysseus sebagai Raja Ithaka sekaligus menyingkirkan putra pasangan tersebut, Telemachus (Tom Holland). Meski demikian, Pattinson memiliki pandangan berbeda mengenai karakter yang diperankannya. Di karpet merah pemutaran perdana The Odyssey, ia mengatakan Antinous tidak sepenuhnya layak disebut sebagai tokoh jahat.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Saya rasa dia sebenarnya bukan tokoh jahat. Saya pikir dia hanya.. ini adalah kisah cinta, ini adalah kisah cinta. Penelope hanya sedang menunggu Antinous menjadi lebih dewasa," kata dia sambil tertawa.
Tak hanya di The Odyssey, Pattinson juga akan memerankan tokoh antagonis dalam film blockbuster lain tahun ini, Dune: Part Three. Dalam film ketiga dari waralaba fiksi ilmiah dan fantasi tersebut, ia berperan sebagai Scytale, karakter pengubah wujud yang menjadi pusat rencana untuk menggulingkan Paul Atreides, yang diperankan Timothee Chalamet, dari posisinya sebagai kaisar alam semesta.
Pattinson kembali dipertemukan dengan Zendaya dalam The Odyssey dan Dune: Part Three. Keduanya sebelumnya juga sama-sama membintangi film The Drama yang dirilis pada April lalu.
Saat berbincang di karpet merah, Pattinson juga mengungkapkan kebiasaannya dalam mempersiapkan karakter di setiap proyek film. Menurutnya, ia selalu menciptakan satu kebiasaan atau keunikan kecil untuk membantu mendalami peran.
"Selalu ada satu hal keil yang saya lakukan di setiap film. Saya selalu menemukan semacam kebiasaan kecil. Saya sedang mencoba mengingat apa itu di film ini. Saya ingat melakukan sesuatu yang menurut banyak orang sangat aneh, tetapi saya tidak bisa mengingat apa itu," kata dia.
The Odyssey akan tayang di bioskop pada 17 Juli. Sementara itu, menjelang perilisannya, film ini menghadapi gelombang kritik di media sosial. The Odyssey yang dibintangi deretan aktor papan atas itu, menuai kritik dari Elon Musk dan kelompok pendukung MAGA Presiden Donald Trump terkait pilihan pemeran.
Sejumlah kalangan juga mempersoalkan desain baju zirah dalam film, serta keputusan Nolan menggunakan aksen Amerika dan dialog berbahasa Inggris modern. Menanggapi kontroversi tersebut, sutradara Christopher Nolan menilai reaksi yang muncul sebelum publik menyaksikan filmnya tidak memiliki dasar yang kuat.
"Hal seperti itu memang sudah menjadi bagian dari pekerjaan. Tetapi percakapan yang terjadi sebelum orang-orang melihat filmnya selalu tidak relevan, karena tidak ada seorang pun yang membahasnya benar-benar tahu seperti apa film itu," kata Nolan dalam wawancara dengan The Telegraph.
Sutradara peraih Oscar itu mengatakan dirinya sejak awal sudah menyadari bahwa mengadaptasi The Odyssey akan memicu beragam komentar di internet. Namun, pengalaman panjangnya menggarap trilogi Batman membuatnya terbiasa menghadapi kritik yang muncul sebelum sebuah film dirilis.
Komentar (0)