JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menegaskan kehadiran orang tua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) memanfaatkan fleksibilitas kerja agar dapat mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah.
"Kehadiran seorang orang tua dalam tumbuh kembang anak bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting yang memiliki dampak mendalam dan jangka panjang," kata Rini Widyantini, dalam keterangannya di situs Kemenpan RB, dikutip pada Minggu (12/7/2026).
Baca juga: Beri Fleksibilitas, Menpan RB Dorong ASN Antar Anak pada Hari Pertama Sekolah
Ia menjelaskan, kebijakan fleksibilitas kerja bagi ASN yang ingin mengantar anak di hari pertama sekolah juga sejalan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang diatur dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional penguatan ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus upaya mengatasi fenomena fatherless dengan memperkuat peran orang tua, khususnya ayah, dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini.
"Gerakan ini merupakan langkah sederhana namun dapat membawa dampak psikologis untuk mendekatkan kehadiran orang tua terutama ayah pada anak," kata Rini.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan tersebut, Menteri PANRB menerbitkan Surat Menteri PANRB Nomor B/257/M.KT.02/2026 yang mengimbau instansi pemerintah memberikan fleksibilitas kerja bagi ASN yang memiliki anak di jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah agar dapat mengantar anak pada hari pertama sekolah.
Baca juga: Demi Hari Pertama Sekolah Anak, Ayah ASN di Aceh Diizinkan Telat Masuk Kantor
Meski demikian, Rini mengingatkan penerapan fleksibilitas kerja tetap harus menjaga profesionalisme ASN serta tidak mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik.
"Penerapan fleksibilitas kerja ini tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik," kata dia.
"Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan," ujar Rini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang





Komentar (0)