jpnn.com, JAKARTA - Sedikitnya 800 pelajar yang tergabung dalam Komunitas Pelajar Se-Jabodetabek dan Banten mengepung kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Dengan satu suara yang menggelegar, mereka menegaskan satu harga mati: Indonesia harus bersih total dan bebas dari para koruptor!
BACA JUGA: Heikal Safar Dukung Hukuman Mati untuk Para Koruptor Kasus-Kasus Besar
Aksi massa yang masif ini bukan sekadar simulasi, melainkan tamparan keras dari generasi muda kepada seluruh pemangku kebijakan. Membawa ratusan poster kecaman dan spanduk raksasa, massa aksi menyuarakan manifesto tegas bahwa korupsi adalah mesin pembunuh massal yang sedang perlahan menghancurkan masa depan generasi bangsa.
?"Hari ini, 800 pasang mata dan suara pelajar turun ke jalan. Kami tidak akan tinggal diam melihat masa depan kami dirampok! Target kami jelas: Indonesia harus bersih dari koruptor, tanpa tapi, tanpa nanti!" tegas HANIF, Koordinator Aksi Komunitas Pelajar, dalam orasi berapi-api di hadapan massa.
BACA JUGA: SETARA Institute: Presiden Harus Turun Tangan, TNI Bukan Tameng Koruptor
Melihat situasi hukum yang kian memprihatinkan, 800 pelajar yang hadir hari ini menyatakan sikap dan tuntutan mutlak yang tidak dapat dinegosiasikan:
- Usut Tuntas dan Tangkap Semua Koruptor: Tidak ada kata damai bagi pencuri uang rakyat. Kami menuntut aksi nyata dari lembaga penegak hukum untuk memburu, menangkap, dan menyeret setiap pelaku korupsi ke penjara, tanpa peduli seberapa besar kekuasaan mereka.
BACA JUGA: Anwar Abbas MUI: Sudah Saatnya Pemerintah Menerapkan Hukuman Mati untuk Koruptor
- ?Hukum Harus Adil, Jangan Tebang Pilih: Kami mengutuk keras hukum yang tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Penegakan hukum tidak boleh dijadikan alat politik atau pandang bulu. Siapa pun yang memperkaya diri dari hak rakyat wajib diadili dengan hukum yang seberat-beratnya!
- ?Korupsi Membunuh Masa Depan Kami: Setiap rupiah yang dikorupsi memotong hak fasilitas pendidikan dan kesehatan kami. Kami menolak dipimpin oleh sistem yang korup, karena korupsi adalah pembunuh nyata bagi impian generasi penerus bangsa.
Suasana CFD Bundaran HI kian membara ketika 800 pelajar tersebut serentak menyanyikan lagu tuntutan dengan lantang: "Tangkap, tangkap, tangkap koruptor, tangkap koruptor sekarang juga!" Nyanyian moral yang bergemuruh memecah riuh jalanan ini berhasil menyita perhatian ribuan pasang mata pengunjung yang sedang berolahraga.
Tidak sekadar berorasi dan bernyanyi, para pelajar juga membentangkan kain putih sepanjang 6 meter sebagai Petisi Massal Gerakan Anti-Korupsi. Petisi ini mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Banyak pengunjung CFD untuk membubuhkan tanda tangan mereka di atas kain tersebut sebagai bentuk solidaritas dan dukungan mutlak atas tuntutan para pelajar.
Dukungan penuh dari warga Jakarta ini membuktikan bahwa keresahan akan tebang pilihnya hukum adalah keresahan bersama seluruh rakyat.
?Kehadiran 800 pelajar di jantung ibu kota hari ini menjadi bukti nyata bahwa kesabaran generasi muda telah habis. Mereka tidak lagi sekadar menonton di media sosial, melainkan turun langsung menggalang solidaritas masyarakat di CFD untuk ikut menolak lupa atas kasus-kasus korupsi yang mandek.
Komunitas Pelajar Se-Jabodetabek dan Banten menegaskan bahwa aksi hari ini hanyalah awal. Mereka berjanji akan terus mengawal, mengawasi, dan menjadi oposisi moral yang paling lantang jika hukum di Indonesia masih berani bermain-main dan tebang pilih dalam memberantas korupsi. (rhs/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Panasonic Perkenalkan Kamera Compact dan Lensa LUMIX di PRJ 2026
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti





Komentar (0)