Konflik Dengan AS Kembali Panas, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Iran kembali menutup Selat Hormuz hingga waktu yang tidak ditentukan sebagai balasan atas agresi terbaru Amerika Serikat usai kesepakatan gencatan senjata kembali runtuh.

Melansir BBC, Minggu (12/7/2026), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan penutupan akan berlaku hingga "berakhirnya campur tangan Amerika di kawasan". IRGC itu juga memperingatkan bahwa setiap agresi baru dari Amerika Serikat akan dibalas dengan keras, termasuk dengan menyasar pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan.

Dalam pernyataan yang sama, IRGC mengaku telah melepaskan tembakan peringatan ke sebuah kapal yang disebut melanggar rute pelayaran yang ditetapkan Iran setelah mematikan sistem identifikasi dan keluar dari jalur yang direkomendasikan Teheran.

Penutupan Selat Hormuz terjadi setelah serangkaian insiden yang memicu lonjakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, tiga kapal tanker komersial diserang saat melintasi jalur pelayaran yang direkomendasikan Amerika Serikat melalui perairan Oman. Iran berulang kali menyatakan bahwa satu-satunya jalur yang aman adalah rute yang melewati perairannya sendiri.

Rangkaian insiden tersebut memicu serangan balasan Amerika Serikat yang menurut pejabat Iran menewaskan 17 orang dan melukai 115 lainnya. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Baca Juga

  • Menlu Sugiono Tiba di Iran: RI Delegasi Pertama Beri Penghormatan di Makam Ali Khamenei
  • Nasib Harga Minyak Usai Kesepakatan Damai AS-Iran Berakhir
  • Benarkah Iran sudah Menguasai Kembali Selat Hormuz?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan serangan Iran menandai berakhirnya gencatan senjata. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Washington lebih dulu melanggar kesepakatan tersebut.

Meski demikian, Trump mengatakan jalur perundingan masih akan dilanjutkan dan para mediator masih berupaya menghidupkan kembali proses diplomasi.

Media Amerika Serikat juga melaporkan bahwa Iran telah menyampaikan kepada pejabat AS melalui jalur komunikasi tidak langsung bahwa serangan terhadap kapal tanker merupakan sebuah kesalahan dan dilakukan oleh kelompok internal yang bertindak di luar kendali pemerintah.

Sementara itu, pejabat Amerika Serikat meminta Iran secara terbuka menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional serta menghentikan seluruh serangan terhadap kapal-kapal komersial.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei untuk pertama kalinya menyampaikan pernyataan publik sejak mengambil alih kepemimpinan negara.

Khamenei menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara pada 28 Februari saat pecah perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah, Mojtaba Khamenei menegaskan pembalasan merupakan kehendak rakyat Iran.

"Kami berjanji akan membalas darah pemimpin yang gugur dan seluruh syuhada dari dua perang ini kepada para pembunuh yang kriminal dan terhina," demikian isi Mojtaba seperti dikutip BBC..

Dia menambahkan bahwa pembalasan tersebut tidak bergantung pada keberadaan dirinya maupun pejabat lain.

Dalam prosesi pemakaman Ali Khamenei di Mashhad, sejumlah pelayat juga membawa poster yang menyerukan pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump.

Trump sebelumnya memperingatkan bahwa setiap upaya pembunuhan terhadap dirinya akan dibalas dengan penghancuran besar-besaran terhadap wilayah Iran.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
The Mandela Catalogue Diadaptasi Jadi Film, Steven Spielberg Ikut Produksi
• 1 jam lalu
0
thumb
Kemitraan Global Perguruan Tinggi Didorong Menghasilkan Riset dan Inovasi
• 21 jam lalu
0
thumb
Kabar Buruk dari WHO: 1 dari 5 Orang di Dunia Berisiko Kena Kanker
• 47 menit lalu
0
thumb
Kontroversi Norwegia vs Inggris: Bola Diduga Kena Kabel sebelum Gol Bellingham, FIFA Beri Penjelasan
• 8 jam lalu
0
thumb
151 UMKM Ramaikan Dekra Ekspo 2026, Wali Kota Munafri: Makassar Perkuat Posisi sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.