Sumber Kehidupan Timur Tengah Hilang, Rasulullah SAW Sudah Ingatkan

cnbcindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita
Foto: Suasana Sungai Tigris di Baghdad Irak. Negara yang sangat terdampak oleh perubahan iklim, telah dilanda kekeringan dan curah hujan rendah selama bertahun-tahun. (AFP/AHMAD AL-RUBAYE)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua sungai yang selama ribuan tahun menjadi sumber kehidupan dan melahirkan peradaban besar di Timur Tengah kini menghadapi ancaman serius. Sungai Eufrat dan Tigris diperkirakan akan mengering dalam beberapa dekade ke depan akibat perubahan iklim dan terus menurunnya debit air.

Wilayah yang diapit Sungai Eufrat dan Tigris dikenal sebagai Mesopotamia, kawasan yang diyakini para arkeolog sebagai tempat lahirnya peradaban pertama di dunia. Dari wilayah inilah kota-kota kuno seperti Uruk dan Babilonia berkembang, yang kini berada di kawasan Irak modern.


Ancaman mengeringnya kedua sungai tersebut juga dikaitkan dengan salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang telah lama dikenal umat Islam. Dalam hadis itu disebutkan bahwa Sungai Eufrat akan mengering sebelum hari kiamat terjadi.

Pilihan Redaksi
  • Prabowo Resmikan Dua Bendungan Garapan Hutama Karya, Simak Lengkapnya!
  • 57.000 Hektar Lahan Hutan Terbakar, 12 Tewas Seketika-23 Orang Hilang

"Hari kiamat tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkap gunung emas sehingga manusia menjadi saling berperang dan saling membunuh untuk mendapatkannya" (HR. Muslim No. 2894).

Sungai Eufrat mengalir beberapa negara, dari Turki, Suriah, dan Irak, baru bermuara di Teluk Persia. Ini menjadi sistem sungai terbesar yang berada di wilayah Asia Barat. Eufrat yang berdampingan dengan Sungai Tigris adalah bagian dari wilayah yang subur.

Namun sekarang sistem sungai tersebut mengering dengan sangat cepat. Bahkan laporan pemerintah Kementerian Sumber Daya Air pada 2021 memperingatkan sungai bisa mengering pada 2040.

Laporan tersebut menjelaskan sungai mengering diakibatkan penurunan permukaan air dan kekeringan akibat perubahan iklim.

Aliran di sistem Eufrat-Tigris telah berkurang hampir setengahnya dalam beberapa dekade saja. Dari citra satelit dilaporkan 144 kilometer kubik air tawar menghilang dalam 10 tahun, mulai 2003 hingga 2013.

Parahnya lagi, manusia di sekitarnya bergantung pada sistem sungai ini. Dilaporkan 60 juta orang bergantung pada air di sistem sungai Eufrat-Tigris untuk kehidupannya, khususnya di Turki dan Irak.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Intip Potensi Tokenisasi Aset Jadi Investasi Digital Masa Depan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Babak Baru Kasus Eks Jampidsus: Komisi III Bentuk Panja, Desak Kejagung Independen
• 11 jam lalu
0
thumb
Kepemimpinan NU antara Tradisi Keulamaan dan Tantangan Modernitas
• 10 jam lalu
0
thumb
KPK Rujuk Pasal 10A UU KPK Terkait Peluang Ambil Alih Kasus yang Menyeret Nama Febrie Adriansyah
• 5 jam lalu
0
thumb
Pelatih Interim Rombak Harimau Malaysia, Malaysia Pilih Turunkan Skuad Muda di Piala AFF 2026
• 3 jam lalu
0
thumb
Semarak HUT RI ke-81 Dimulai di BTP Blok M Makassar, Ratusan Warga Ikuti Pawai dan Lomba Kemerdekaan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.