Tahan Suku Bunga, Bank Sentral AS Wanti-wanti Dampak Perang terhadap Ketidakpastian Ekonomi

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve menyebut ketidakpastian prospek ekonomi negara tersebut tetap tinggi akibat dampak perang yang turut melibatkan Israel dan Iran.

Atas kondisi tersebut, otoritas moneter AS itu memutuskan untuk menahan suku bunga acuan alias Fed Fund Rate (FFR) pada kisaran 3,5% sampai dengan 3,75% pada Maret 2026.

Berdasarkan risalah Federal Open Market Committe pada situs resmi Federal Reserve, Rabu (18/3/2026) waktu setempat, bank sentral AS menyatakan bakal mencermati data yang masuk, prospek yang berkembang serta keseimbangan risiko. 

"Dalam mendukung tujuannya, Komite memutuskan untuk mempertahankan target kisaran suku bunga pada 3,5% sampai dengan 3,75%," demikian dikutip dari situs resmi Federal Reserve, Kamis (19/3/2026). 

Bank Sentral AS, yang dipimpin Jerome Powell, menyatakan tetap berkomitmen untuk mendukung penyerapan tenaga kerja secara maksimal dan mengembalikan tingkat inflasi sesuai target 2%. 

Namun, otoritas tidak menampik dampak perang yang diawali oleh serangan AS-Israel ke Iran itu memicu ketidakpastian terhadap perekonomian negara Paman Sam.

Baca Juga

  • Harga Emas di Pasar Spot Berusaha Bangkit Usai The Fed Tahan Suku Bunga Acuan
  • The Fed Tahan Suku Bunga Acuan dalam FOMC Maret 2026
  • Risalah FOMC The Fed: Waspadai Inflasi, Opsi Kenaikan Suku Bunga Mencuat

"Ketidakpastian terhadap prospek ekonomi tetap tinggi. Implikasi perkembangan di Timur Tengah terhadap perekonomian AS masih belum pasti. Komite memperhatikan risiko yang dihadapi kedua belah pihak terkait mandat ganda yang diembannya," terang Federal Reserve. 

Ke depan, The Fed menyatakan bakal terus memonitor perkembangan prospek ekonomi. Otoritas moneter tersebut akan bersiap untuk menyesuaikan kebijakannya apabila dianggap perlu saat muncul berbagai risiko yang bisa menggagalkan tujuan-tujuan lembaga itu. 

Berbagai perkembangan data yang bakal diawasi meliputi kondisi ketenagakerjaan, tekanan maupun ekspektasi inflasi, serta perkembangan keuangan maupun internasional. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Solo Traveling Menurut Ilmu Psikologi
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
7 Fakta tentang Michael Bambang Hartono, Bos Djarum & BCA yang Meninggal Dunia di Singapura
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
H-3 Lebaran 2026: Volume Kendaraan di Tol Layang MBZ Melonjak hingga 198%
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kilas Balik Tampilan Hari Raya hingga Prediksi Tren Baju Lebaran 2026
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Anutin Terpilih Lagi Jadi PM Thailand, Miliarder dengan Pendekatan Populis
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.