7 Fakta tentang Michael Bambang Hartono, Bos Djarum & BCA yang Meninggal Dunia di Singapura

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

KABAR duka menyelimuti dunia bisnis tanah air. Michael Bambang Hartono, pemilik Grup Djarum dan pemilik saham mayoritas Bank Central Asia (BCA), meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura.

Wafatnya sang taipan di usia 86 tahun telah dikonfirmasi oleh pihak internal perusahaan. Sebagai penghormatan atas perjalanan hidupnya, berikut adalah 7 fakta Michael Bambang Hartono yang menginspirasi:

1. Bangkit dari Tragedi Kebakaran 1963

Michael Bambang Hartono bersama adiknya, Robert Budi Hartono, harus memimpin Djarum di tengah krisis besar saat pabrik mereka terbakar habis pada 1963. Ketangguhan mereka membawa Djarum bertransformasi dari industri rumahan menjadi pemain global.

Baca juga : Profil Michael Bambang Hartono: Mengenang Sosok di Balik Kejayaan Djarum dan BCA

2. Arsitek Kejayaan BCA

Keputusan mengakuisisi BCA melalui FarIndo Investments pasca-krisis 1998 menjadi titik balik kekayaan keluarga Hartono. Saat ini, BCA merupakan salah satu bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Asia Tenggara.

3. Atlet Bridge Berprestasi

Michael Bambang Hartono membuktikan usia bukan halangan untuk berprestasi. Ia merupakan atlet Bridge nasional yang menyumbangkan medali perunggu bagi Indonesia di ajang Asian Games 2018.

4. Gaya Hidup Low Profile

Meskipun konsisten menduduki peringkat teratas orang terkaya di Indonesia versi Forbes, Bambang dikenal sangat sederhana dan sering terlihat menikmati kuliner di warung kaki lima tanpa pengawalan ketat.

Baca juga : Pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono Meninggal Dunia di Singapura

5. Ekspansi ke Serie A Italia (Como 1907)

Visi bisnisnya merambah hingga ke Italia dengan kepemilikan klub Como 1907. Grup Djarum berhasil membawa klub tersebut naik kasta ke Serie A dan menjadi sorotan dunia sepak bola internasional.

Estimasi Kekayaan Terakhir

Berdasarkan data terbaru 2026, Michael Bambang Hartono memiliki kekayaan bersih sekitar US$19,7 Miliar atau setara dengan Rp330,2 Triliun.

6. Penguasa Ekosistem Digital dan Elektronik

Di bawah kepemimpinannya, Grup Djarum melakukan diversifikasi masif ke sektor teknologi melalui Polytron, serta platform digital seperti Blibli dan Tiket.com yang kini telah melantai di bursa saham.

7. Komitmen pada Bakti Negeri

Melalui Djarum Foundation, Michael Bambang Hartono meninggalkan warisan sosial yang besar, mulai dari pembinaan atlet bulu tangkis di PB Djarum hingga ribuan penerima beasiswa pendidikan di seluruh Indonesia.

Selamat jalan, Michael Bambang Hartono. Kontribusi Anda bagi kemajuan ekonomi Indonesia akan selalu menjadi catatan sejarah yang berharga. (Z-10)

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
12 Update Perang Iran: NATO-Selat Hormuz, Rudal Balistik Serang Saudi
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hampir Setengah Juta Orang Tinggalkan Bali Jelang Idul Fitri 2026
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Pantauan Udara di Tol Cikatama, Arus Mudik Lebaran Ramai Lancar | 19 MARET 2026
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Tok! The Fed Tahan Suku Bunga, Cuma Pangkas Sekali di Tengah Perang?
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PDIP Dorong Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Disidangkan di Peradilan Umum
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.