Cerita Ibu Wulan, Nasabah PNM Mekaar yang Berjualan Daun Jeruk hingga Mampu Bangun Rumah dan Sekolahkan Anak

wartaekonomi.co.id
5 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di sudut Denpasar, Bali, kisah Ibu Wulan menjadi potret tentang bagaimana keteguhan bisa tumbuh dari situasi yang paling sulit. Pernah berada pada masa ketika ia tidak memiliki pekerjaan, kesulitan untuk membayar biaya sekolah anak, bahkan belum memiliki rumah, Ibu Wulan memilih untuk tidak menyerah pada keadaan.

Dari usaha sederhana berjualan daun jeruk untuk bahan masak, ia memulai langkah kecilnya untuk bertahan. Dalam perjalanan itu, ia tidak berjalan sendiri. Pendampingan dari petugas PNM Mekaar yang akrab sebagai “kakak-kakak putih biru” menjadi bagian penting yang menguatkannya, sekaligus memperkenalkan dirinya dengan sesama ibu-ibu yang saling memberi semangat untuk terus berjuang.

Bagi Ibu Wulan, perjuangan itu tidak pernah hanya tentang dirinya sendiri. Di balik setiap ikhtiar yang dijalani, ada harapan agar anak-anaknya bisa memiliki masa depan yang lebih baik dan keluarganya dapat hidup lebih layak.

“Saya memilih tidak menyerah, dan terus berusaha karena saya dan para ibu kami bekerja bukan hanya untuk diri saya, tapi untuk anak dan keluarga kita. Terima kasih PNM sudah mendampingi saya melewati masa sulit,” ujar Ibu Wulan.

Kalimat sederhana itu menggambarkan bagaimana daya juang seorang ibu kerap lahir dari cinta yang besar kepada keluarga, sekaligus menjadi cermin semangat banyak perempuan prasejahtera yang terus bertahan dan bertumbuh.

Perlahan, usaha yang dirintis Ibu Wulan mulai menghadirkan perubahan nyata. Dari hasil berjualan daun jeruk, ia kini mampu menyekolahkan kedua anaknya, membangun rumah, serta mengembangkan usaha sampingan berupa jasa setrika baju dan katering panggilan.

Apa yang dicapai Ibu Wulan menunjukkan bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada akses permodalan, tetapi juga tumbuh melalui pendampingan, kedekatan, dan ruang bagi para ibu untuk saling belajar. Dari lapangan, kisah seperti ini memperlihatkan bahwa kehadiran PNM bukan sekadar mendukung usaha ultra mikro, tetapi juga membantu menumbuhkan harapan di tengah kehidupan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga: PNM Turut Semarakkan Program Mudik Gratis BUMN 2026, Berangkatkan 116 Ribu Pemudik ke Berbagai Daerah

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, mengatakan bahwa kisah Ibu Wulan menjadi bukti bahwa ketangguhan perempuan Indonesia memiliki daya yang luar biasa ketika didampingi secara berkelanjutan. Menurutnya, PNM percaya setiap ibu memiliki potensi untuk bangkit, berkembang, dan menjadi penguat utama bagi keluarganya.

Karena itu, PNM terus berkomitmen menghadirkan pemberdayaan agar para nasabah tidak hanya mampu menjalankan usaha, tetapi juga membangun masa depan yang lebih baik. Bagi PNM, setiap langkah kecil yang dijalani para ibu di lapangan adalah bagian dari perjalanan besar menuju keluarga yang lebih berdaya dan kehidupan yang lebih sejahtera.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi III DPR Sepakat Bikin Panja Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
• 1 jam laluokezone.com
thumb
H-4 Lebaran & Hari Raya Nyepi, Gilimanuk Padat, Menhub Siapkan Ini
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Terurai, ASDP Pastikan Semua Kendaraan Masuk Buffer Zone
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
11 Kantor Pertanahan di Jabar Tetap Layani Warga Saat Libur Lebaran
• 7 jam laludetik.com
thumb
Jaga kesehatan selama perjalanan mudik dengan cara ini
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.