Cerita Desi Mudik ke Lampung Setelah 3 Tahun: Rindu Orang Tua dan Opor Lebaran

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Di tengah puncak arus mudik, Pelabuhan Merak dipenuhi pemudik yang bersiap menyeberang ke Pulau Sumatera. Di antara antrean kendaraan dan penumpang, Desi (38) duduk di ruang tunggu, menanti giliran berangkat.

Setelah tiga tahun tidak pulang, Desi akhirnya memutuskan kembali ke kampung halamannya di Lampung.

“Ke Lampung, udah 3 tahun ya. 3 Tahunan lah nggak pulang. Iya, baru pulang,” ujar Desi saat ditemui kumparan di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (18/3).

Perempuan yang kini tinggal di Bekasi itu berangkat bersama adik dan anak-anaknya. Ia memilih menyeberang melalui Pelabuhan Merak menuju Bakauheni, seperti perjalanan mudik sebelumnya.

Rindu yang Tertunda

Bagi Desi, mudik bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi momen untuk melepas rindu yang sudah lama tertahan.

“Yang pasti sungkem ya sama orang tua, minta maaf, opor, makan opor ya gitu kan, setahun sekali, masakan mama lah intinya yang ditunggu sama ya sanjo-sanjo ketemu temen-temen gitu keluarga, kan karena kita merantau kan di Jakarta gitu,” jelas Desi.

Selama 17 tahun merantau di Jakarta, rutinitas membuatnya jarang pulang. Karena itu, Lebaran menjadi momen penting untuk kembali berkumpul dengan keluarga.

Perjalanan Lancar, Suasana Lebih Lengang

Desi berangkat dari Bekasi menggunakan transportasi daring. Ia mengaku perjalanan menuju pelabuhan berjalan lancar tanpa hambatan.

“Alhamdulillah sih lancar ya, lancar jaya, tol lancar, nggak ada (macet), aman, aman terkendali,” tuturnya.

Setibanya di pelabuhan, ia memperkirakan waktu tunggu naik kapal tidak terlalu lama.

“Sejam biasanya, kadang nggak nyampe sejam gitu. Cepet kok,” katanya.

Menurut Desi, kondisi Pelabuhan Merak tahun ini terasa lebih lengang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Ini sih sepi kalau kata saya sekarang mah. Kalau pas dulu tuh uh rame banget kita udah padat banget, kadang jalanan aja udah macet ya. Ini tadi udah lancar aja gitu,” kata Desi.

Pilih Nikmati Perjalanan Laut

Desi tetap memilih kapal sebagai moda transportasi karena ingin menikmati perjalanan.

“Pengin suasana baru aja, pengin lihat laut gitu kan, menikmati perjalanan aja gitu,” ungkap Desi.

Biasanya ia menggunakan kapal eksekutif dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Namun kali ini ia harus menggunakan kapal reguler karena tiket eksekutif sudah habis.

“Biasanya kan saya pakai eksekutif tuh yang satu jam sampe, tapi kita nggak kebagian, udah habis, jadi akhirnya pakai reguler. Kalau reguler biasanya sampe 3 jam-an lah ya, 3 jam-an,” ungkap Desi.

Keputusan mudik tahun ini pun diambil secara mendadak.

“Dadakan. Pesennya tadi emang rencananya nggak pulang ya, tadi rencana emang nggak pulang, cuma ah pulang aja gitu. Jadi dadakan aja, makanya nggak kebagian tiket eksekutif,” ujar Desi.

Suasana Pelabuhan Tetap Ramai

Di sisi lain, suasana di Dermaga 6 Pelabuhan Merak tetap dipadati pemudik. Kendaraan terlihat mengantre masuk ke kapal, sementara ruang tunggu penumpang dipenuhi calon penumpang.

Meski demikian, arus kendaraan dan penumpang masih bergerak lancar tanpa antrean panjang.

Bagi Desi, perjalanan ini bukan soal cepat atau lambat. Setelah tiga tahun menunda, pulang menjadi hal yang paling penting.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Amerika Kacau Balau, Bandara-bandara Terancam Tutup
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Lalu Lintas Puncak H-3 Lebaran: Ramai-Lancar
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Singkirkan Bayer Leverkusen, Arsenal Tantang Sporting CP di Perempat Final Liga Champions 
• 16 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Persija Jakarta Rebut Gelar Klub Paling Banyak Ditonton di Super League 2025/2026! Ungguli Persib dan Persebaya, Apa Kunci Kesuksesannya?
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Bapanas Klaim Stok Daging Sapi Capai 3 Kali Lipat dari Kebutuhan Lebaran
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.