Amerika Kacau Balau, Bandara-bandara Terancam Tutup

cnbcindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita
Foto: Penumpang mengantre di pemeriksaan bagasi di terminal utama Bandara Internasional Denver di Denver, Senin (3/1/2022). (AP/David Zalubowski)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penutupan pemerintah sebagian (partial government shutdown) di Amerika Serikat (AS) untuk yang kedua kalinya sepanjang 2026 sudah memasuki hari ke-32. Seorang pejabat senior di pemerintahan Donald Trump memperingatkan dampak jika penutupan sebagian ini tak kunjung berakhir.

Menurutnya, dalam beberapa minggu ke depan, beberapa bandara kecil di AS kemungkinan harus tutup, dikutip dari Reuters, Rabu (18/3/2026).


Sejauh ini, penutupan pemerintah sebagian yang dimulai sejak 14 Februari 2026 telah memaksa 50.000 petugas keamanan bandara (TSA) bekerja tanpa bayaran selama sebulan. Sebanyak 10% dari mereka tidak hadir bertugas pada Minggu (15/3) waktu setempat.

"Seiring berjalannya minggu-minggu berikutnya, jika ini terus berlanjut, tak berlebihan untuk mengatakan bahwa kita mungkin harus benar-benar menutup bandara, terutama bandara yang lebih kecil, jika tingkat ketidakhadiran meningkat," kata Pelaksana Tugas Wakil Administrator TSA Adam Stahl kepada "Fox and Friends" di Fox News.

Ketua DPR Mike Johnson pada Selasa (17/3) mengatakan bandara saat ini mencapai titik kritis. Penutupan sebagian pemerintah telah mengganggu perjalanan dan mendorong CEO maskapai penerbangan terbesar di negara itu untuk menyerukan pengakhiran yang cepat karena perjalanan liburan musim semi sedang berlangsung.

Pilihan Redaksi
  • Perang Tak Terkendali, Iran Dorong Negara Teluk Lepas dari Bayangan AS
  • Bahaya! Pilot Lapor Ada Balon Udara Liar Naik Tembus 28.000 Kaki
  • Kemenhub Sudah Cek Harga Tiket Pesawat Mudik Lebaran, Ini Hasilnya

Biasanya, kurang dari 2% pekerja TSA menelepon untuk izin sakit atau tidak melapor untuk bekerja, kata Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Di Atlanta, New York JFK, dan Houston, tingkat ketidakhadiran untuk bekerja telah mencapai sekitar 20% sejak 14 Februari 2026, ketika pendanaan berakhir.

DHS mengatakan 366 petugas TSA telah meninggalkan tugas selama penutupan pemerintah. Pada Minggu dan Senin, angka ketidakhadiran melonjak lebih dari 50% di Houston dan lebih dari 30% di New Orleans dan Atlanta, dengan para pelancong terkadang harus mengantre selama dua jam atau lebih.

Pada Oktober 2025 lalu, penutupan pemerintahan selama 43 hari menyebabkan gangguan penerbangan yang meluas dan FAA memerintahkan pengurangan penerbangan sebesar 10% di bandara-bandara utama.

Pendanaan DHS berakhir pada 13 Februari 2026, setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan tentang reformasi penegakan imigrasi yang dituntut oleh Demokrat.

Maskapai penerbangan memperkirakan periode perjalanan musim semi yang memecahkan rekor, dengan 171 juta penumpang diperkirakan akan terbang, naik 4% dari periode dua bulan yang sama tahun lalu.

Beberapa bandara telah menutup sejumlah pos pemeriksaan keamanan dan yang lainnya berupaya mengumpulkan dana untuk membantu para pekerja TSA membeli makanan atau kebutuhan pokok lainnya karena mereka tidak dibayar.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Negara Eropa Tolak Permintaan Trump, Misi Hormuz Terancam Mandek

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemarin, harga BBM hingga soal calon mitra proyek PSEL gelombang II
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Teror Aktivis KontraS, Diduga Lebih dari 4 Orang!
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Pemprov DKI Jakarta Berangkatkan 689 Pemudik Gratis Tujuan Kepulauan Seribu
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
PGN Siapkan CAPEX 353 Juta Dolar AS pada 2026
• 19 menit lalurepublika.co.id
thumb
Kapolri Tinjau Tesso Nilo, Siapkan Pemulihan 81 Ribu Hektare Habitat Gajah Sumatera
• 23 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.