Anggun C. Sasmi menjalani debut aktingnya dalam film Indonesia lewat film Para Perasuk. Sosok Anggun selama ini dikenal lebih berfokus di dunia musik.
Lewat pengalaman syuting ini, Anggun C. Sasmi mengaku merasakan terkejut dan pengalaman yang berbeda saat menjalani proses syuting film.
“Kayak kaget gitu loh, kalau bangun jam 4 pagi, syuting, nunggunya itu bisa sampai berjam-jam, terus tiba-tiba 'Syuting sekarang!',” kata Anggun di kawasan Jakarta Selatan.
Lewat pengalaman itu, penyanyi kelahiran 1974 tersebut merasa bahwa syuting film ternyata bukanlah sesuatu yang mudah dan cukup berat dibanding dengan dunia musik.
“Jadi sebenarnya kalau aku jujur banget membandingkan antara dunia musik dan perfilman, main film tuh susah dan berat banget, aku malah justru lebih kayak respect dengan para seniman film,” tutur Anggun.
Anggun C. Sasmi soal Perbedaan Pengalaman Syuting Film dengan Dunia MusikMenurut Anggun, terdapat perbedaan antara pengalaman syuting film dengan dunia musik, yakni film terasa lebih kolektif, sementara pengalaman di dunia musik lebih terasa bekerja secara individu.
“Di film dari kru, aktor-aktris, mereka tuh banting tulang sekali, kita kan bekerja secara kolektif ya untuk satu misi. Sedangkan kalau dalam musik kan kita sendiri-sendiri, masing-masing,” ucapnya.
Oleh karena itu, Anggun merasa bahwa pengalaman di dunia film mengajarkannya untuk mempunyai mindset secara lebih peduli dan peka dengan banyak orang lain dibanding pemikiran individu.
“Kalau satu telat, semuanya bikin orang telat. Jadi kita tuh harus punya mindset yang komunal,” ungkap Anggun.
Dalam film Para Perasuk, Anggun akan berperan sebagai Guru Asri, yakni perasuk (penyalur roh) senior yang memimpin tradisi kerasukan di Desa Latas.
Sutradara Wregas Bhanuteja bahkan mengungkap bahwa Anggun sempat membuat 20 mantra hewan untuk film ini sekaligus berintuisi sendiri mengenai suara-suara roh hewan.
“Aku cuma bilang, ‘Mbak, aku percaya pada intuisimu aja dalam membuat mantra ini’, masuk ke ruang recording, respons aja pengin ngeluarin apa, akhirnya terciptalah 20 mantra yang one take dan dipakai sepanjang film,” kata Wregas.
Selain Anggun, film Para Perasuk dibintangi oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Chicco Kurniawan, dan Bryan Domani. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 23 April 2026.





