Pemerintah Masih Rumuskan Rekrutmen ASN Tahun 2026

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah masih memfinalkan rencana perekrutan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2026.

Kini, rencana tersebut masih dalam perumusan oleh kementerian terkait.

"Belum (bisa dipastikan). Sedang kita finalkan, kita rumuskan," kata Prasetyo, usai memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawakan Program Prioritas Presiden Prabowo Subianto di Kementerian Pertahanan (Kemenhan), pada Selasa (17/3/2026).

Prasetyo menyampaikan, finalisasi itu termasuk menghitung kebutuhan ASN di pemerintah pusat, baik di kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah.

Baca juga: Ikuti Arahan Prabowo, Pramono Siap Berlakukan WFH bagi ASN Jakarta demi Hemat BBM

Ia mengungkapkan, hampir seluruh menteri yang hadir dalam rapat koordinasi membahas evaluasi menyeluruh desain dan postur kepegawaian nasional sudah menyampaikan kebutuhannya.

"Bahwa ada kebutuhan dari setiap kementerian, dan Ibu Menpan-RB juga sudah berkirim surat kepada seluruh K/L ya, untuk dan pemerintah daerah juga untuk melakukan semacam pemetaangitu," kata Prasetyo.

"Meskipun sebenarnya secara terpisah kita di pusat juga melakukan pemetaan terhadap seluruh ASN yang sudah existing. Jadi, ini sedang dicari titik temunya nanti kalau bicaranya masalah jumlah," imbuh Prasetyo.

Pemerintah pun akan mempertimbangkan kemampuan fiskal sebelum mengumumkan postur perekrutan ASN tahun 2026.

Baca juga: KPK Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi Jelang Idul Fitri, Bisa Berujung Pidana

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Diketahui, kapasitas fiskal pemerintah turut dibahas dalam rapat koordinasi, menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempelajari rencana efisiensi anggaran agar defisit APBN tidak melebar di atas 3 persen.

"Tetapi dalam kesempatan ini kami belum bisa menyampaikan angka secara detail karena tadi diskusinya kemudian berkembang ya, bahwa mungkin ada prioritas-prioritas terlebih dahulu yang harus kita penuhi karena bagaimanapun juga kita harus mempertimbangkan juga kondisi kemampuan kita secara fiskal," ujar Prasetyo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tidak Sebatas Kode Etik, Publik Minta Direktur Reserse Narkoba Polda NTT Dipidana 
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Bupati Bersama Unsur Forkopimda Tinjau Pos Operasi Ketupat 2026
• 15 jam laluterkini.id
thumb
Usut Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, TNI Buka Kemungkinan Gandeng Polri
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Arus Mudik Lebaran, One Way Km 70–414 Berlaku Mulai Hari Ini
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Lebaran Pertama Usai Menikah, Tegar Justru Berangkat Kerja ke Korea Selatan
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.