Porsi SRBI Makin Susut, Kini Sisa Rp831,55 Triliun

cnbcindonesia.com
19 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ilustrasi Tunjangan Hari Raya. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penguatan kebijakan moneter Bank Indonesia terus ditempuh untuk makin memperkuat stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan salah satu caranya adalah dengan ekspansi likuiditas rupiah melalui penurunan posisi instrumen SRBI.

"Penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp831,55 triliun pada 13 Maret 2026," ucap Perry dalam Konferensi Pers RDG BI pada Selasa (17/3/2026).


Baca: BI Turunkan Batas Pembelian Dolar US$50 Ribu/Bulan, Ini Alasannya

Susutnya SRBI tersebut diiringi oleh aksi Bank Indonesia membeli SBN sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, yang hingga 16 Maret 2026) mencapai Rp86,16 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp46,72 triliun.

"Pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, terukur, transparan, dan konsisten dengan program moneter dalam menjaga stabilitas perekonomian sehingga dapat terus menjaga kredibilitas kebijakan moneter," tutur Perry.


(ras/mij) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: BI Tetapkan Obligasi SMF Jadi Underlying Asset Transaksi Repo

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Tunda Keputusan Rekrutmen ASN 2026 karena Tunggu Penetapan Sektor Prioritas
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Resep Nastar untuk Lebaran
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
SBY Bakal Gelar Open House di Cikeas Bogor
• 20 jam laluokezone.com
thumb
KPK Dalami Motif Bupati Cilacap Siapkan THR untuk Forkopimda
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Eric Hermawan DPR: Pelebaran Defisit APBN 2025 Cerminkan Tekanan Struktural Fiskal
• 4 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.