Transaksi QRIS Melejit 133 Persen per Februari 2026

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan signifikan dalam transaksi QRIS selama Februari 2026, yakni 133,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, secara umum BI mencatat pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Februari 2026 tetap tinggi. Volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,67 miliar transaksi atau tumbuh 40,35 persen (yoy).

"Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 9,49 persen (yoy) dan 22,16 persen (yoy), termasuk transaksi QRIS yang terus tumbuh tinggi mencapai 133,20 persen (yoy)," ungkapnya saat konferensi pers, Selasa (17/3).

Perry menilai kinerja tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Sementara dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 434 juta transaksi atau tumbuh 31,49 persen (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp 1.092 triliun pada Februari 2026.

Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebesar 0,76 juta transaksi atau melambat 5,33 persen (yoy), di tengah nominal transaksi BI-RTGS yang tetap tumbuh 9,19 persen (yoy) mencapai Rp 16.105 triliun pada Februari 2026.

Perry mengatakan, implementasi QRIS akan terus diperluas, salah satunya di Korea Selatan yang akan diluncurkan pada April 2026 mendatang, sebagai bagian dari upaya perluasan konektivitas pembayaran digital lintas negara dan mendorong percepatan akseptasi digital.

Sementara itu, Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menambahkan bahwa proses implementasi QRIS antarnegara dengan Jepang sudah memasuki babak baru dengan dikeluarkannya lisensi dari NetSTAR.

"QRIS Cross Border Jepang itu kita sudah dapatkan lisence ya, NetSTAR itu switching di Jepang sudah dapatkan lisence untuk sisi yang lain," ungkapnya.

Filianingsih menuturkan, dengan lisensi tersebut, maka masyarakat Indonesia dan Jepang bisa menggunakan sistem pembayaran berbasis QR code di masing-masing negara.

"Saat ini sedang persiapan, sudah ada izin sudah dikeluarkan jadi nanti akan ada Jepang Outbound. Jadi artinya orang Jepang yang datang ke Indonesia sebagai turis atau sebagai kunjungan yang lain-lainnya bisa menggunakan QR di merchant-merchant Indonesia," tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramadan-Idulfitri Dongkrak Konsumsi, BPJPH Ajak Pengusaha Hadirkan Produk Halal Berkualitas
• 8 jam laludisway.id
thumb
Jadwal Tutup Pasar Tanah Abang saat Libur Lebaran 2026, Mulai 20 Maret
• 15 jam laludisway.id
thumb
Indointernet (EDGE) Ungkap Jadwal dan Skema Delisting dari BEI
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Kuasa Hukum Insanul Fahmi Soroti Sikap Wardatina Mawa yang Dinilai Masih Batasi Kliennya untuk Bertemu Anak, Singgung Aturan
• 4 jam lalugrid.id
thumb
5 Cara Kembalikan Kesehatan dan Keuangan Keluarga Setelah Lebaran
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.