Indointernet (EDGE) Ungkap Jadwal dan Skema Delisting dari BEI

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indointernet Tbk. (EDGE) mengungkapkan jadwal dan skema pelaksanaan go private dan delisting perseroan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Manajemen Indointernet menjelaskan rencana go private dilakukan seiring perubahan strategi bisnis dalam ekosistem grup Digital Edge (DE). Menurut manajemen, dengan perseroan yang tergabung dalam ekosistem grup DE, EDGE tidak lagi memerlukan pendanaan dari pasar modal dan belum memiliki rencana untuk penggalangan dana tersebut di masa yang akan datang.

“Perseroan ingin lebih fokus pada pengelolaan portofolio investasi dan aset tanpa tekanan volatilitas harga saham atau publik,” tulis manajemen, Selasa (17/3/2026). 

Adapun nantinya EDGE akan melakukan delisting dengan tetap mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku. EDGE akan melaksanakan RUPSLB Independen untuk meminta persetujuan atas rencana go private dan delisting perseroan. 

Baca Juga : Indointernet (EDGE) Bersiap Go Private dan Delisting dari BEI

Manajemen menjelaskan persetujuan RUPSLB Independen akan mencakup sejumlah agenda, termasuk pembatalan pencatatan saham EDGE dari BEI, perubahan status perusahaan dari terbuka menjadi tertutup, serta pemberian kewenangan kepada direksi untuk melaksanakan seluruh proses go private dan delisting. 

Selain itu, rapat juga akan membahas perubahan anggaran dasar perusahaan yang diperlukan seiring perubahan status dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup.

Dalam delisting ini, pemegang saham publik akan diberikan kesempatan untuk menjual sahamnya melalui penawaran tender sukarela. Penawaran tersebut akan dilakukan oleh Digital Edge (Hong Kong) Ltd, yang merupakan bagian dari grup Digital Edge. 

Harga penawaran kepada pemegang saham publik akan mengikuti ketentuan yang diatur dalam POJK No.45/2024, yakni lebih tinggi dari harga rata-rata tertinggi perdagangan harian saham dalam 90 hari sebelum pengumuman RUPSLB terkait perubahan status perusahaan.

Sementara itu, pemegang saham publik yang memilih untuk tidak menjual sahamnya akan tetap menjadi pemegang saham perusahaan tertutup setelah proses delisting selesai. Dalam kondisi tersebut, saham tidak lagi dapat diperdagangkan melalui mekanisme bursa.

EDGE menjadwalkan delisting yaitu dengan pengumuman RUPSLB Independen dan keterbukaan informasi rencana go private dan delisting pada 16 Maret 2026, tanggal daftar pemegang saham yang berhak hadir atau tanggal pencatatan pada 30 Maret 2026, pemanggilan RUPSLB Independen pada 31 Maret 2026, dan RUPSLB Independen pada 22 April 2026. 

Lalu Penyampaian Pernyataan Penawaran Tender Sukarela kepada OJK dan Pengumuman Pernyataan Penawaran Tender Sukarela kepada Masyarakat pada 29 April 2026, perkiraan tanggal pernyataan efektif penawaran tender sukarela dari OJK pada 17 Mei 2026, dan perkiraan tanggal pengumuman mengenai perbaikan terhadap pernyataan penawaran tender sukarela (apabila ada) pada 18 Mei 2026.

Kemudian perkiraan masa penawaran tender sukarela pada 18-19 Juni 2026, tanggal akhir penawaran tender sukarela 30 Juni 2026, Perkiraan Laporan Hasil Penawaran Tender Sukarela kepada OJK pada 4 Juni 2026, dan proses delisting diperkirakan bisa selesai pada Agustus 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jepang Lepas Cadangan Minyak Darurat Akibat Krisis Selat Hormuz
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arus Mudik Meningkat, Lalu Lintas Tol Cipali Mulai Padat
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Jelang Mudik Lebaran 2026, Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman hingga 28 Hari
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Kesejahteraan Bagi Ojek Online
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Menhan Cek Kesiapan Industri Kapal Perang Dalam Negeri di Batam
• 30 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.