HARIAN FAJAR, PANGKEP- Keterlambatan distribusi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini dialami oleh SPPG 01 Kassi, Kecamatan Balocci, yang membagikan paket tidak sesuai jadwal, bahkan mundur hingga keesokan hari.
Kondisi ini memicu keluhan dari sejumlah orang tua siswa. Ironisnya, orang tua yang menyampaikan protes justru dipanggil oleh pihak SPPG untuk menerima klarifikasi terkait keterlambatan tersebut.
Mitra Yayasan SPPG 01 Kassi, Syahrir, saat ditemui di SD 29 Tonasa 1, mengakui adanya kendala dalam proses distribusi. Ia menyebut keterlambatan dipicu oleh keterbatasan stok bahan.
“Ada kendala di stok bahan sehingga pendistribusian menjadi lambat,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Namun demikian, penjelasan tersebut tidak sepenuhnya meredakan kekecewaan orang tua siswa. Mereka menilai pihak SPPG tidak bertanggung jawab terhadap jadwal distribusi yang telah ditentukan.
Terlebih, dalam paket yang dibagikan terdapat kue yang disebut-sebut sudah tersedia sejak Jumat, tetapi baru disalurkan pada Sabtu.
Keluhan bermula saat para siswa diminta datang pada Jumat (13/3/2026) untuk mengambil paket MBG.
Namun hingga sore hari, paket yang dijanjikan tak kunjung tiba, sehingga siswa harus menunggu selama berjam-jam tanpa kepastian.Paket tersebut akhirnya baru dibagikan pada Sabtu.
Salah seorang orang tua siswa, Rahma, mengaku kecewa atas pelayanan tersebut. Ia menyebut anak-anak telah menunggu sejak sore hari, namun tidak mendapat kejelasan waktu pembagian.
“Kemarin dari jam 3 anak-anak menunggu sampai setengah 6. Setelah bunyi masjid baru ada pemberitahuan kalau dibagikan besok,” ungkapnya.
Setelah menunggu sehari, paket MBG akhirnya dibagikan sekitar pukul 11.00 WITA. Namun, persoalan kembali muncul karena isi paket dinilai tidak lengkap.
Rahma menjelaskan, paket yang diterima berisi roti abon, bolu marmer, dua butir telur, jeruk, apel, serta susu kemasan ukuran besar. Namun, salah satu komponen berupa kacang tidak disertakan.
“Sudah terlambat, isinya juga tidak lengkap. Di daftar ada kacang, tapi tidak ada di paket,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan dari Kepala SPPG, Siti Zuraima terkait kekurangan isi paket tersebut saat dikonfirmasi. (fit)





