Menteri LH: Tingkat Konsentrasi Pestisida di Sungai Cisadane Masih Diperiksa

katadata.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) masih memeriksa tingkat cemaran pestisida di Sungai Jaletreng, anak Sungai Cisadane. Hal ini merupakan tindak lanjut dari kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan pada Februari lalu.

Berdasarkan pemeriksaan awal Kementerian Lingkungan Hidup, cemaran ini mengalir sejauh 22,5 km di sungai yang melewati Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.

Akan tetapi hingga saat ini, belum diketahui secara pasti berapa tingkat konsentrasi pestisida di sungai yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar itu. 

“Ini (hasil pemeriksaan) laboratorium dari IPB belum keluar, ini menjelaskan tentang konsentrasi pestisida yang ada,” kata Hanif, saat ditemui di Jakarta, pada Senin (16/3). 

Hanif mengatakan besaran kerugian lingkungan baru akan diketahui setelah tingkat konsentrasi pestisida ini terungkap. “Di dalam normanya, kerugian lingkungan itu konsentrasi dikalikan tarif, sehingga terdapat kerugian lingkungan yang ada.”

KLH Sarankan Ikan dari Sungai Cisadane Tidak Dikonsumsi

Sementara konsentrasi pestisida ini diperiksa, Hanif meminta masyarakat sekitar untuk tidak mengonsumsi ikan yang berasal dari area tercemar. Pestisida berpotensi masih berada di endapan sungai, meski belum diketahui pasti berapa jumlahnya, dalam kondisi membahayakan atau tidak.

“Kalau saran saya, lebih baik cari ikan di tempat lain,” kata dia. 

Sebagai informasi, gudang pestisida milik Biotek Saranatama berlokasi di Kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD Serpong Blok K3 Nomor 37, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Gudang ini menyimpan pestisida jenis cypermetrin dan profenofos yang umumnya digunakan untuk mengendalikan hama tanaman. 

Kebakaran yang terjadi pada Senin (9/2) lalu menyebabkan sekitar 20 ton bahan pestisida terbakar. Air sisa pemadaman kemudian bercampur dengan residu bahan kimia hingga mengalir ke badan sungai. 

KLH kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh hingga ke hulu Sungai Cisadane. KLH mengambil sampel air dari hulu dan hilir Sungai Cisadane, serta mengumpulkan sampel ikan mati dan biota laut lainnya untuk uji laboratorium. Pemeriksaan melibatkan ahli toksikologi.

Sebelumnya, Menteri Hanif juga telah mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tidak menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. “Karena berpotensi menyebabkan iritasi kulit dan mata, serta gangguan pernapasan jika uapnya terhirup,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dexa Medica Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir Aceh
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
AHY Sebut Hunian Berbasis Transit Oriented Development Jadi Solusi Perumahan di Kota Besar
• 12 jam lalupantau.com
thumb
BEI Tunda Lagi Implementasi Short Selling hingga September 2026
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Harga Minyak Melonjak 2%, Brent Masih di Atas USD100/Barel
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Robot Pekerja Sudah Muncul di Indonesia, Begini Potretnya
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.