Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) menilai Volodymyr Zelenskyy Presiden Ukraina membuat proses negosiasi untuk mengakhiri konflik antara Ukraina dan Rusia justru jadi lebih sulit. Beda jika dibandingkan dengan Vladimir Putin Presiden Rusia.
“Jauh lebih sulit membuat kesepakatan dengan Zelensky dibandingkan dengan Putin,” ujar Trump dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan NBC News, yang dikutip kantor berita Sputnik, Senin (16/3/2026).
Trump juga mengaku terkejut karena Zelenskyy dinilai belum menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan damai.
“Saya terkejut Zelensky tidak ingin membuat kesepakatan. Katakan kepada Zelensky untuk membuat kesepakatan karena Putin bersedia membuat kesepakatan,” lanjutnya.
Selain menyinggung konflik Ukraina-Rusia, Trump juga menyatakan bahwa AS akan kembali memberlakukan sanksi terkait sektor minyak terhadap Rusia setelah situasi krisis global mereda.
Ia menjelaskan bahwa saat ini sebagian sanksi terhadap Rusia dilonggarkan sementara waktu karena pemerintah Amerika Serikat ingin menjaga stabilitas harga energi dunia. “(Sanksi itu) akan diberlakukan kembali segera setelah krisis berakhir,” kata Trump dalam wawancara tersebut.
Trump menambahkan bahwa langkah pelonggaran sanksi sementara dilakukan agar harga minyak dunia tetap terjangkau bagi pasar global, terutama setelah kenaikan harga energi akibat serangan AS terhadap Iran.
Sebelumnya, Trump juga diketahui telah melakukan percakapan melalui telepon dengan Vladimir Putin pada Senin pekan lalu. Dalam pembicaraan tersebut, kedua pemimpin negara membahas berbagai isu, termasuk kemungkinan solusi untuk menyelesaikan konflik antara Rusia dan Ukraina. (bil/iss)




