UBS Revisi Naik, Cek Konsensus Terbaru Saham Alamtri Minerals (ADMR)

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Mayoritas sekuritas masih memberikan lampu hijau untuk prospek saham emiten pertambangan batu bara afiliasi konglomerat Garibaldi Thohir PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR).

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip Minggu (15/3/2026), UBS baru saja merevisi naik peringkat saham ADMR menjadi beli pada 12 Maret 2026. Terkini, mereka memasang target harga di Rp2.500.

Langkah UBS menambah panjang daftar sekuritas yang memberikan rekomendasi beli untuk saham ADMR. Mayoritas atau 16 dari 17 analis menyematkan peringkat beli dan hanya satu dengan hold.

Adapun, target harga saham ADMR berada di Rp2.313,33 dalam 12 bulan ke depan menurut konsensus sekuritas.

Dari sisi kinerja keuangan, ADMR membukukan pendapatan usaha sebesar US$675,14 juta sampai akhir kuartal III/2025. Pendapatan usaha ini turun 19,72% secara tahunan dari US$841 juta. 

Pendapatan usaha ADMR Ini dikontribusi oleh penjualan hasil tambang ke pihak berelasi sebesar US$320,7 juta, dan ke pihak ketiga sebesar US$351,2 juta. 

Baca Juga

  • Emiten Boy Thohir ADMR & AADI Masuk Daftar Saham Tercuan saat IHSG Boncos 3%
  • Indeks Bisnis-27 Hari Ini (13/3) Dibuka Menguat, Saham ADMR, BBCA, AMRT Melaju
  • Indeks Bisnis-27 Ditutup Merah, Tertekan Pelemahan Saham BUMI, ADMR & INKP

Berdasarkan pelanggannya, ADMR melakukan penjualan ke pihak berelasi, AIS sebesar US$316,6 juta, dan ke pihak ketiga yaitu PT Risun Wei Shan Indonesia senilai US$59,04 juta serta Posco International Corporation sebesar US$39,3 juta. 

Adapun beban pokok pendapatan ADMR meningkat 0,70% secara tahunan menjadi US$407,2 juta, dari sebelumnya sebesar US$404,42 juta. 

Di sisi lain, laba bruto ADMR tergerus menjadi US$267,8 juta, dari sebelumnya sebesar US$436,5 juta. Laba bruto ini turun 38,64% secara tahunan. 

Alhasil, laba bersih ADMR juga turun 38,68% menjadi US$204,18 juta atau setara Rp3,4 triliun. Laba bersih ini turun dari sebelumnya US$332,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sampai akhir September 2025, total aset ADMR tercatat sebesar US$2,65 miliar, naik dari akhir Desember 2024 yang sebesar US$2,07 miliar. 

Total liabilitas ADMR juga tercatat meningkat dari US$571,3 juta per akhir 2024 menjadi US$996,02 juta per akhir kuartal III/2025. 

Adapun total ekuitas ADMR meningkat dari US$1,5 miliar, menjadi US$1,65 miliar secara year to date.

Adaro Minerals Indonesia Tbk - TradingView

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jaya Prioritaskan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Surat MenPANRB 12 Maret Membuat PPPK Paruh Waktu Deg-degan
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Disiram Air Keras, Aktivis KontraS Andrie Yunus Alami Luka Bakar 24%
• 17 jam laludetik.com
thumb
‎Hadapi Dewa United, Persija Jakarta Kehilangan Tiga Pemain Penting Termasuk Allano Lima
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang Purwakarta, Apa Penyebabnya? | SAPA PAGI
• 10 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.