Evan Dimas: Pemain Timnas Indonesia Harus Punya Skill dan Attitude yang Baik

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Evan Dimas Darmono mantan pemain Timnas Indonesia menilai, seorang pesepak bola yang mendapat kesempatan mengenakan seragam Merah Putih harus memiliki kualifikasi lebih dari sekadar kemampuan mengolah bola.

Menurutnya, keterampilan bermain harus diimbangi dengan sikap, karakter, dan kemampuan memanfaatkan popularitas untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurut Evan, pemain yang membela Timnas Indonesia semestinya memiliki standar atau spesifikasi khusus. Kemampuan teknis di lapangan bukan satu-satunya tolok ukur, tetapi juga bagaimana seorang pemain membawa diri di tengah masyarakat.

“Yang memakai baju Timnas itu sebenarnya harus ada speknya. Enggak sembarangan orang. Jadi, spek seseorang yang memakai baju Timnas itu enggak hanya bagus skill-nya saja, tetapi attitude-nya juga,” kata Evan Dimas setelah menyaksikan pemutaran film dokumenter “The Longest Wait” di Surabaya, Sabtu (7/11/2026).

Ia menjelaskan, pemain Timnas harus mampu menyikapi popularitas dan kekayaan secara bijaksana. Ketika dikenal banyak orang dan memiliki kemampuan finansial lebih, seorang pemain tidak seharusnya merasa lebih tinggi dibandingkan masyarakat lainnya.

Sebaliknya, popularitas dan kekayaan tersebut harus dimanfaatkan untuk membantu orang lain serta memberikan manfaat yang lebih luas.

“Dia enggak silau dengan ketenaran, enggak silau dengan kekayaan. Dia bisa menggunakan ketenarannya dengan baik. Kekayaan ini tidak menjadikan dia sombong, tetapi bisa membantu orang lain,” ujarnya.

Evan juga berharap sepak bola dapat menjadi ruang yang aman dan menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Perbedaan budaya maupun kelompok seharusnya menjadi kekuatan untuk saling belajar, bukan sumber perselisihan.

Bahkan, ia melihat peluang untuk mengembangkan sepak bola melalui kolaborasi dengan kebudayaan daerah. Gerakan-gerakan dalam latihan, misalnya, dapat terinspirasi dari tarian tradisional berbagai wilayah di Indonesia.

Menurutnya, perpaduan sepak bola dan budaya lokal dapat menjadi identitas tersendiri bagi pemain Indonesia, sekaligus memperkaya karakter permainan nasional. (saf)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Skandal Biksu di Taiwan : Diduga Menggelapkan Sumbangan Sekitar Rp 165,9 Miliar dan Mengubur 800 Kilogram Emas serta Perak
• 16 jam lalu
0
thumb
Percepat SIRUP DESA, Kemendes PDT Tetapkan 50 Lokasi Perintis, Workshop di 3 Kabupaten
• 3 jam lalu
0
thumb
JAFF 2026 Usung Tema "Influx", Hadirkan 254 Film dari 34 Negara
• 23 jam lalu
0
thumb
Hasil Liga Jerman: Bayern Petik Kemenangan 2-1 di Kandang Mainz
• 1 jam lalu
0
thumb
Proyek Huntap Rp 33,75 Miliar di Padang Ditarget Tuntas Akhir Desember
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.