Antisipasi Demonstrasi Baru, Prancis Siagakan 70.000 Personel Keamanan

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Paris: Prancis mengerahkan 70.000 personel polisi dan gendarmerie di seluruh negeri pada Sabtu, 7 November 2026, untuk mengantisipasi gelombang demonstrasi baru yang dikhawatirkan berujung pada kekerasan, pemblokiran akses, dan perusakan fasilitas umum.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengumumkan langkah pengamanan tersebut dalam konferensi pers pada Jumat. Keterangan itu dimuat dalam pernyataan kementerian yang dipublikasikan pada Sabtu ini.

Mengutip dari Anadolu, Kementerian Dalam Negeri menyebut banyak seruan demonstrasi diorganisasi tanpa kepemimpinan resmi maupun pengawasan serikat pekerja. Sebagian seruan tersebut juga disertai ajakan melakukan kekerasan dan mengganggu ketertiban yang beredar di media sosial.

Pemerintah telah mengeluarkan larangan demonstrasi di sejumlah pusat kota. Sementara itu, penyelenggara aksi yang telah mengantongi izin diminta mengikuti rute alternatif.

Operasi pengamanan melibatkan 110 unit pasukan bergerak, 25 kendaraan lapis baja Centaur, meriam air, helikopter, dan pesawat nirawak. Polisi juga akan melakukan pemeriksaan di jalan raya, jalur kereta, dan stasiun untuk menyita benda-benda berbahaya yang berpotensi digunakan sebagai senjata.

Menurut laporan Le Monde, sejumlah aksi direncanakan berlangsung di berbagai wilayah Prancis. Di Paris, kelompok mahasiswa dan serikat pekerja berencana menggelar demonstrasi dari Place de la République menuju Place de la Nation.

Secara terpisah, gerakan Rompi Kuning (Yellow Vests) berencana berkumpul di Place de la Concorde.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan demonstrasi damai akan tetap dilindungi. Namun, pemerintah menjanjikan “respons tegas” terhadap pelaku kekerasan dan penjarahan yang akan ditangkap. Serikat guru rencanakan mogok nasional Di tengah persiapan pengamanan demonstrasi, serikat pekerja sektor pendidikan Prancis menyerukan mogok nasional kembali pada 10 November. Mereka menilai komitmen pemerintah terhadap sektor pendidikan masih “belum memadai” setelah aksi mogok pada 5 November.

Dalam pernyataan bersama pada Jumat, serikat pekerja menuntut penambahan jumlah tenaga kerja, kenaikan gaji, serta peningkatan investasi di bidang pendidikan dan penelitian.

Mobilisasi mahasiswa juga meluas di berbagai wilayah Prancis dalam beberapa pekan terakhir. Para demonstran memblokade sekolah dan menyuarakan kekhawatiran mengenai kondisi serta ketersediaan sumber daya pendidikan.

Aksi tersebut merupakan bagian dari hari aksi nasional pada 5 November. Kementerian Dalam Negeri mencatat 575.000 peserta dalam 193 kegiatan publik di seluruh negeri, termasuk 65.000 orang di Paris.

Baca juga: Bentrokan Baru di Prancis, Polisi Lepas Tembakan Meriam Air ke Pedemo


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Shin Tae-yong Sudah Sembuh dari Sakit Influenza A, Bisa Pimpin Persija Vs Persebaya di JIS
• 11 jam lalu
0
thumb
Longsor Terjang 2 Titik di Kelok Sembilan Sumbar, Area Usaha Warga Tertimbun
• 6 jam lalu
0
thumb
Omongan Lengkap Bahlil Soal Penyadapan: Sentil Senior-Ancam Somasi
• 10 jam lalu
0
thumb
Gelar Turnamen Padel Gratis, Andre Rosiade Dukung Lahirnya Atlet Berprestasi
• 6 jam lalu
0
thumb
Suhu Panas Ekstrem Bisa Picu Heatstroke, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.