JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut harga minyak dunia terkoreksi setelah sempat menembus 117 dolar AS per barel pada akhir Oktober 2026.
Airlangga mengatakan harga minyak dunia kini berada di level 94,6 dolar AS per barel.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pemerintah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Kalau kita lihat di tengah dinamika global, kita melihat bahwa harga minyak dunia walaupun di atas 117 di akhir Oktober, namun terkoreksi kembali ke angka 94,6 dolar per barel," kata Airlangga dalam keterangan persnya mengenai Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III 2026, Kamis (5/11/2026).
Baca Juga: Airlangga Buka Suara soal Sulitnya Cari Kerja di Sektor Formal meski Ekonomi Tumbuh
Menurut Airlangga, gejolak harga energi menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi pemerintah.
Terlebih, kondisi global juga dipengaruhi ketidakpastian geopolitik dan tekanan ekonomi internasional.
Meski demikian, pemerintah memastikan dampak perubahan harga energi masih dapat diserap oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir tahun.
Hal itu disampaikan Airlangga saat menjelaskan langkah pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2026.
"Jadi sampai dengan akhir tahun relatif gejolak energi itu terserap oleh APBN," ujar Airlangga.
Baca Juga: Airlangga Sebut Surplus Perdagangan RI Tembus 10,61 Miliar Dolar AS, Soroti Defisit Migas
Pemerintah Jaga Daya Beli MasyarakatSelain mengantisipasi gejolak harga energi, pemerintah juga berupaya menjaga konsumsi masyarakat melalui sejumlah stimulus ekonomi.
Airlangga menyebut pemerintah menyiapkan stimulus sekitar Rp31 triliun untuk mempertahankan daya beli masyarakat hingga akhir 2026.
"Pertama, terus kita melanjutkan mempertahankan konsumsi dengan tadi stimulus yang didorong nilainya sekitar Rp31 triliun dan ini diharapkan daya beli masyarakat bisa kita tetap jaga," kata Airlangga.
Pemerintah juga melanjutkan belanja untuk sejumlah program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Langkah tersebut diharapkan turut menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2026 di tengah ketidakpastian global.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- menko airlangga
- Airlangga Hartarto
- minyak dunia
- ekonomi global






Komentar (0)