CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Menyimpan makanan di dalam kulkas kerap menjadi cara untuk menjaga kesegarannya agar bisa dikonsumsi kembali. Namun, tidak semua makanan matang memiliki masa simpan yang panjang meski sudah ditempatkan di lemari pendingin.
Beberapa jenis makanan justru berisiko cepat basi hanya dalam satu hingga dua hari. Jika dikonsumsi setelah melewati batas penyimpanan yang aman, makanan tersebut berpotensi menyebabkan keracunan akibat pertumbuhan bakteri.
Ahli epidemiologi lingkungan sekaligus Direktur Aliansi Stop Foodborne Illness, Vanessa Coffman, PhD, mengingatkan bahwa nasi termasuk makanan yang perlu mendapat perhatian khusus. Menurutnya, nasi matang sebaiknya dikonsumsi dalam waktu maksimal satu hari setelah dimasak.
"Nasi bisa mengandung Bacillus cereus, bakteri yang menghasilkan racun tahan panas jika dibiarkan pada suhu ruangan. Racun ini tetap ada bahkan setelah dipanaskan kembali, menyebabkan keracunan makanan," katanya, sebagaimana dikutip dalam publikasi Real Simple pada Kamis (5/11).
Untuk mengurangi risiko tersebut, Coffman menyarankan nasi segera didinginkan setelah dimasak, kemudian disimpan dalam lemari es bersuhu sekitar 4 derajat Celsius. Sisa nasi juga perlu dipanaskan hingga mencapai suhu sekitar 74 derajat Celsius sebelum dikonsumsi kembali.
Selain nasi, saus dan makanan berbahan dasar mayones juga perlu diperhatikan. Saus dengan kandungan air tinggi cenderung lebih mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri patogen dan mikroba pembusuk. Karena itu, saus sebaiknya segera dihabiskan dan tidak disimpan terlalu lama.
Sementara itu, mayones kemasan yang telah melalui proses pasteurisasi dan memiliki tingkat keasaman tertentu umumnya lebih tahan disimpan.
Namun, kondisinya berbeda ketika mayones sudah dicampur dengan bahan lain seperti telur, kentang, atau ayam. Salad berbahan mayones, misalnya, sebaiknya dikonsumsi paling lama dalam tiga hari.
Makanan lain yang memiliki masa simpan terbatas adalah pasta matang. Perawat sekaligus Direktur Pendidikan Berkelanjutan United Medical Education, Reena Angelique Clark, menyebut pasta matang sebaiknya hanya disimpan selama tiga hingga empat hari di dalam kulkas.
Clark menjelaskan, pasta dapat mengandung bakteri Bacillus cereus yang mampu membentuk spora dan bertahan selama proses pemasakan. Ketika pasta mulai rusak, perubahan tekstur dan aroma biasanya menjadi tanda yang mudah dikenali.
Pasta yang sudah basi umumnya terasa berlendir, memiliki sedikit rasa asam, serta mengeluarkan bau tidak sedap.
Perhatian serupa juga perlu diberikan pada kaldu hasil rebusan makanan laut. Masa simpannya lebih pendek dibandingkan kaldu ayam atau sapi karena kandungan protein ikan dapat menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri pembusuk.
Kaldu makanan laut yang sudah basi biasanya mengalami perubahan warna menjadi keruh, mengeluarkan bau menyengat, serta memperlihatkan lapisan mengilap dengan semburat warna-warni di permukaannya. Clark menyarankan kaldu jenis ini tidak disimpan lebih dari dua hari di dalam lemari es.
Di luar jenis makanan, cara penyimpanan juga menentukan seberapa lama makanan tetap aman dikonsumsi. Coffman mengingatkan agar makanan matang tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang.
Menurutnya, makanan hanya boleh berada dalam rentang suhu berbahaya, yakni sekitar 4 hingga 60 derajat Celsius, selama maksimal dua jam. Setelah melewati batas tersebut, risiko pertumbuhan bakteri penyebab penyakit bawaan makanan semakin meningkat.
Bakteri seperti Salmonella, E. coli, dan Clostridium perfringens bahkan dapat berkembang biak dengan cepat dalam kondisi tersebut. Dalam situasi tertentu, jumlahnya bisa berlipat ganda setiap 20 menit.
Karena itu, menyimpan makanan di kulkas bukan sekadar soal menjaga rasa dan kesegaran. Memperhatikan batas waktu penyimpanan, suhu lemari pendingin, serta kondisi makanan sebelum dikonsumsi menjadi langkah penting untuk mencegah keracunan makanan.
Sumber: ANTARA





Komentar (0)