Jakarta: Kegagalan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tak membuat Deris Nagara menyerah mengejar cita-citanya. Pemuda asal Ciamis, Jawa Barat, tersebut justru menemukan jalan lain hingga berhasil melanjutkan pendidikan ke Columbia University, Amerika Serikat, dan terpilih menjadi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di School of International and Public Affairs (SIPA) pada 2023.
Perjalanan Deris menuju kampus ternama dunia itu tidak berlangsung singkat. Lahir di Bandung dan tumbuh besar di Ciamis, Deris mengenyam pendidikan sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama di daerah tersebut. Sejak sekolah, ia juga memperoleh kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar ke Malaysia dan Australia.
Ketertarikan Deris untuk belajar di luar negeri tumbuh sejak kecil. Ia mengaku mulai mengenal sejumlah universitas ternama dunia melalui buku yang memuat logo kampus, seperti Harvard, Oxford, Cambridge, hingga Columbia University.
Keinginan tersebut semakin kuat setelah Deris mendapat kesempatan belajar bahasa Inggris sejak taman kanak-kanak. Ia mengenang sosok gurunya, Bu Ani, yang pertama kali memperkenalkannya pada bahasa Inggris.
"Zaman TK aku sering pengin nyebut kayak, 'Oh, ada tuh ke Harvard, Oxford.' Tapi aku enggak tahu itu di mana sebenarnya, karena melihat dari suatu visual," cerita Deris dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Sabtu 7 November 2026.
Sempat Gagal Masuk PTNNamun, perjalanan pendidikannya tidak selalu berjalan sesuai harapan. Deris sempat bercita-cita menjadi dokter dan berupaya masuk fakultas kedokteran melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Sayangnya, ia belum berhasil lolos seleksi tersebut.
Kegagalan itu kemudian membawanya mengambil kesempatan lain. Deris memperoleh beasiswa penuh untuk berkuliah di President University, Bekasi, dengan mengambil jurusan Hubungan Internasional. Ia juga mendapat kesempatan melanjutkan studi di Hogeschool van Arnhem en Nijmegen, Belanda, sebelum akhirnya menempuh pendidikan di Columbia University.
"Memang betul saya ikut jalur SNMPTN, SBMPTN, dan mungkin saat itu belum jodoh. Namanya rezeki ya enggak ke mana," ujar Deris.
Pemuda Indonesia Pertama yang Jadi Presiden BEM Columbia UniversityKesempatan yang datang kemudian mengantarkan Deris pada pengalaman kepemimpinan di lingkungan akademik internasional. Pada 2023, ia terpilih menjadi Presiden SIPA Students Association (SIPASA), organisasi pemerintahan mahasiswa di School of International and Public Affairs, Columbia University.
Untuk menduduki posisi tersebut, Deris harus melewati sejumlah tahapan seleksi. Prosesnya mencakup pemeriksaan rekam akademik, penyampaian visi dan misi, kampanye, debat antarkandidat, hingga pemungutan suara. Ia bersaing dengan kandidat dari Kanada dan Amerika Serikat.
Dalam pencalonannya, Deris mengusung visi Unity for Our Diversity for Our Student Community yang berlandaskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Ia ingin menyatukan aspirasi mahasiswa dari berbagai negara dan latar belakang.
"Saya membawa visi Unity for Our Diversity for Our Student Community, karena berlandaskan dari Bhinneka Tunggal Ika," jelasnya.
Baca Juga :
Selama menjabat lebih dari satu tahun, Deris mengaku menjalankan 42 inisiatif untuk komunitas mahasiswa SIPA. Program tersebut mencakup rekomendasi kebijakan, kegiatan mahasiswa, kolaborasi dengan berbagai organisasi, serta upaya menjembatani komunikasi antara mahasiswa, pengajar, dan pihak administrasi kampus.
"Banyak sekali tugas yang harus diemban. Fokus kami, dari sekitar 1.500 mahasiswa di SIPA Columbia University, di antaranya mencakup pengelolaan calendar of events, pengaturan anggaran (budgeting) untuk klub dan organisasi, membantu kendala akademik teman-teman mahasiswa, hingga mendampingi mereka yang menghadapi masalah di bidang keuangan,” katanya.
Deris mengaku bersyukur dapat menjalankan tanggung jawab tersebut dengan dukungan pengurus dan komunitas kampus. Baginya, pengalaman itu menjadi kesempatan untuk belajar menyatukan perbedaan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Perjalanan Deris menunjukkan bahwa kegagalan dalam satu jalur pendidikan bukan berarti tertutupnya kesempatan untuk meraih cita-cita. Melalui berbagai kesempatan belajar dan pengalaman kepemimpinan, ia berhasil membawa perjalanan pendidikannya dari Ciamis hingga ke lingkungan kampus internasional.
Kontribusi untuk NegeriSaat ini, pemuda asal Ciamis berlatar belakang sederhana ini mengabdikan diri sebagai Staf Menteri Pariwisata dalam Kabinet Merah Putih. Deris Nagara menilai posisi ini sebagai kesempatan besar untuk berkontribusi memajukan sektor pariwisata Indonesia. Melalui sektor tersebut, ia berharap dapat mendorong pertumbuhan serta pembangunan ekonomi, melestarikan alam dan budaya, sekaligus terus mempromosikan Indonesia di kancah global.





Komentar (0)