Trump dan Emir Qatar Bahas Upaya Redakan Ketegangan Timur Tengah

kompas.tv
14 jam lalu
Cover Berita
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara kepada wartawan saat meninjau pembangunan ruang dansa di Gedung Putih, Washington, Rabu (4/11/2026). (Sumber: AP Photo/Alex Brandon)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan membahas upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah melalui percakapan telepon dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Jumat (6/11/2026).

Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah kekhawatiran akan kemungkinan AS kembali melancarkan aksi militer terhadap Iran.

Kantor Media Emir Qatar menyatakan kedua pemimpin membahas upaya internasional untuk mengakhiri krisis, terutama melalui peran mediasi Qatar guna mencapai kesepakatan menyeluruh yang dapat menciptakan keamanan dan stabilitas di kawasan.

Qatar selama ini berperan sebagai mediator dalam upaya mengakhiri perang yang dipicu Israel dan AS terhadap Iran.

Konflik tersebut bermula pada 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran. Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke sejumlah negara di kawasan Teluk yang menjadi sekutu Washington.

Qatar, Bahrain, Kuwait, dan sejumlah negara lainnya turut terdampak serangan Iran. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran negara-negara Teluk terhadap kemungkinan konflik kembali meluas.

Baca Juga: Kalah di Pemilu Sela, Trump Hadapi Dilema soal Kelanjutan Perang Iran

Salah satu dampak terbesar perang terjadi di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman.

Iran secara efektif menutup jalur tersebut bagi lalu lintas kapal setelah perang pecah. Padahal, sebelum konflik, sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam dunia melewati Selat Hormuz.

Seperti dikutip dari The Associated Press, gangguan pelayaran di jalur tersebut turut memicu lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global.

Dalam percakapan dengan Trump, Emir Tamim dilaporkan menekankan pentingnya melanjutkan dialog dan mengedepankan jalur diplomasi untuk menyelesaikan perselisihan.

Ia juga menyoroti perlunya mencegah eskalasi lebih lanjut, sekaligus menjamin kebebasan pelayaran dan keamanan pasokan energi.

Baca Juga: Trump Janjikan 5.000 Dolar AS Buat Warga jika Republik Kuasai Kongres, Sumber Dana Disorot

Mesir Dorong Penyelesaian Diplomatik

Di tengah upaya diplomasi tersebut, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty juga melakukan komunikasi telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Kamis (5/11/2026).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Nader Zaki, mengatakan Abdelatty mendesak semua pihak menunjukkan fleksibilitas dan kesediaan berkompromi demi mencapai solusi politik serta mencegah eskalasi konflik.

Dalam beberapa hari terakhir, Araghchi juga melakukan komunikasi telepon dengan pemimpin Turki dan sejumlah pemimpin negara-negara Teluk untuk membahas perkembangan kawasan serta menjamin kebebasan pelayaran.

Sebelumnya, upaya perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran juga telah dilakukan dengan melibatkan sejumlah mediator regional.

Namun, sejumlah perbedaan kepentingan masih menjadi hambatan dalam mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tussie Ayu Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : The Associated Press

Tag
  • trump
  • Donald Trump
  • Emir Qatar
  • Qatar
  • Timur Tengah
  • Iran
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terima 11 Dubes LBBP, Prabowo tegaskan keterbukaan perkuat kemitraan
• 20 jam lalu
0
thumb
Jangan Asal Percaya, Begini Cara Cerdas Belajar Investasi Pakai AI
• 6 jam lalu
0
thumb
KSAD Pimpin Pemakaman Anggota TNI Korban Helikopter Jatuh di Kalteng
• 5 detik lalu
0
thumb
Tayfun Turki, Iskander Rusia, dan PrSM Amerika, Mana yang Lebih Unggul?
• 14 jam lalu
0
thumb
Industri Petrokimia Minta Bea Masuk LPG 0 Persen Dipermanenkan, Ini Kata Kemenperin
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.