NasDem Polman Salurkan 5.000 Liter Air Bersih Gratis untuk Warga Pesisir

metrotvnews.com
58 menit lalu
Cover Berita

Polewali Mandar: Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Partai NasDem, DPD Partai NasDem Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menyalurkan bantuan air bersih gratis kepada warga pesisir di Kampung Nelayan Dusun Bajoe, Kecamatan Binuang. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau panjang.

Sebanyak satu mobil tangki berkapasitas 5.000 liter dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Proses distribusi dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah atau door-to-door agar bantuan tepat sasaran.

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua DPD NasDem Polman, Imam Singkarru, bersama anggota DPRD Muh. Syarwan, Nur Hasan, serta jajaran kader NasDem. Warga terlihat antusias mendatangi mobil tangki dengan membawa ember dan galon untuk mendapatkan pasokan air bersih.

Salah seorang warga, Hadira, mengungkapkan sumur di lingkungannya telah mengering sehingga warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, meski sudah menggali sumur hingga kedalaman beberapa meter, air tetap tidak ditemukan.

"Ndak ada airnya, dalam sekali turun, 2 meter, 3 meter, ndak ada airnya," ujar Hadira dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Sabtu 7 November 2026. 

Ia mengatakan selama ini warga terpaksa meminta sedikit air dari sumur yang masih memiliki persediaan. Selain itu, terkadang ada bantuan kiriman air dari pihak lain, meski air yang diantarkan merupakan air untuk mencuci.

Baca Juga :

Pemerintah Gandeng 400 Pengusaha Tambang Atasi Karhutla Kalteng

Ketua DPD NasDem Polman, Imam Singkarru, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas keresahan masyarakat akibat kemarau yang berlangsung berkepanjangan di Polewali Mandar.

"Sebagai tindak lanjut daripada keresahan yang terjadi di masyarakat terhadap cuaca yang tidak bisa diramal karena kemarau di Polman ini sudah berkepanjangan," kata Imam.

Ia menjelaskan, kondisi kemarau kali ini berbeda dari biasanya. Menurutnya, hujan umumnya mulai turun pada Oktober, tetapi hingga saat ini masyarakat masih menghadapi kekeringan.

"Biasanya sudah di bulan 10 itu sudah biasa ada hujan, tapi sekarang perkiraan BMKG katanya sampai di bulan 12 atau bulan 11," lanjutnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pengasuh Ma’had Al-Izzah Batu Susun Buku Muhadatsah Berbasis QR Code untuk Santri
• 8 jam lalu
0
thumb
Lagi Asik Bersepeda, WN Italia Dijambret di Sanur, Bali
• 18 jam lalu
0
thumb
Terungkap! 4 Jenderal Terseret Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Telepon Presiden, Ini Peran Masing-masing
• 38 menit lalu
0
thumb
Polije Bersama KP2MI Siapkan Calon Barista untuk Peluang Kerja Timur Tengah
• 19 jam lalu
0
thumb
Persebaya Target Juara Super League! Ketika Bernardo Tavares Wajib Kalahkan Persija Jakarta di JIS
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.