Pemerintah Terbitkan Sukuk Global Senilai USD 3 Miliar, Permintaan Tembus 2,9 Kali

kumparan.com
50 menit lalu
Cover Berita

Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan sukuk global senilai USD 3 miliar di pasar keuangan internasional.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Suminto, menyatakan penerbitan itu terdiri dari sukuk dengan tenor 3 tahun sebesar USD 500 juta, tenor 5 tahun sebesar USD 1 miliar, dan tenor 10 tahun sebesar USD 1,5 miliar.

Ketiga sukuk tersebut diterbitkan dalam format RegS/144A Trust Certificates dan masing-masing akan jatuh tempo pada 2029, 2031, dan 2036.

“Transaksi ini menandai keenam kalinya Pemerintah mengakses pasar Keuangan Internasional yang sebelumnya telah melakukan lima kali penerbitan tahun ini dalam mata uang USD, EUR, CNH, JPY, dan CNY dalam format konvensional,” tulis Suminto melalui keterangannya, dikutip Sabtu (7/11).

Penerbitan sukuk global ini memanfaatkan kondisi pasar yang konstruktif dan sentimen positif setelah hasil pemilihan umum paruh waktu Amerika Serikat (AS). Sejak awal, transaksi ini mendapat respons kuat dari investor sehingga menghasilkan pembentukan orderbook yang solid dan memungkinkan pemerintah menurunkan harga dari Initial Price Guidance (IPG).

Pada akhir transaksi, tingkat kelebihan permintaan untuk sukuk tenor 3 tahun tercatat sebesar 3 kali, tenor 5 tahun sebesar 2,9 kali, dan tenor 10 tahun sebesar 2,2 kali. Secara keseluruhan, permintaan investor terhadap ketiga tenor tersebut mencapai 2,9 kali dari nilai yang ditawarkan.

Suminto menyatakan keberhasilan penerbitan ini kembali menegaskan posisi Indonesia di pasar keuangan internasional, di tengah dinamika dan ketidakpastian global. Tingginya minat investor dari berbagai kawasan juga mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

“Kepercayaan tersebut ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang solid, pengelolaan fiskal yang prudent, serta kebijakan moneter yang kredibel,” sebut Suminto.

Dalam transaksi ini, BofA Securities, Dubai Islamic Bank, HSBC, J.P. Morgan (B&D), dan KFH Capital Investment Company K.S.C.C bertindak sebagai Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners.

Sementara itu, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai Co-Managers.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
GSrek Indonesia Siapkan Festival Musik Gesrek Festival 2026, Ada Sheila on 7
• 23 jam lalu
0
thumb
Indonesia Terbitkan Sukuk Global Senilai US$3 Miliar Jelang Akhir 2026
• 18 jam lalu
0
thumb
Dapur Solaria di Blok M Square Terbakar, Tiga Orang Jadi Korban
• 11 jam lalu
0
thumb
Terungkap! 4 Jenderal Terseret Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal Telepon Presiden, Ini Peran Masing-masing
• 10 menit lalu
0
thumb
Ijazah Jokowi Sudah Ditunjukkan, Mardiansyah Semar Sentil Narasi Baru Kubu Roy Suryo
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.