Kemenag Sebut Mitigasi Bencana akan Masuk Kurikulum Madrasah-Pesantren

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Agama menyatakan bahwa materi edukasi dan mitigasi bencana akan dimasukkan dalam kurikulum madrasah dan pondok pesantren di seluruh Indonesia. 

Kemenag menyatakan materi edukasi dan mitigasi bencana akan dimasukkan dalam kurikulum madrasah dan pondok pesantren di seluruh Indonesia. (Foto: Dok. Kemenag)

IDXChannel - Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan bahwa materi edukasi dan mitigasi bencana akan dimasukkan dalam kurikulum madrasah dan pondok pesantren di seluruh Indonesia. 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i saat meninjau pameran karya riset kebencanaan santri di Dayah/Pesantren Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Aceh Besar Dia menilai integrasi kurikulum mitigasi bencana merupakan langkah penting dan mendesak bagi ekosistem pendidikan keagamaan. 

Baca Juga:
Bencana Ganggu Produksi dan Distribusi, Inflasi Aceh Tembus 5,05 Persen

Menurutnya, bentang geografis Indonesia yang dinamis mendorong pentingnya lembaga pendidikan Islam untuk membekali para santri dengan kesiapsiagaan, pemahaman lingkungan, dan keterampilan penyelamatan diri secara terstruktur sejak dini. 
 
“Ini bukan lagi sekadar wacana, tapi langkah penting yang harus segera kita ambil. Perlu kita tanamkan literasi kebencanaan sejak dini, agar santri bukan hanya paham teori, tetapi memiliki naluri kesiapsiagaan dan keterampilan dalam menyelamatkan diri maupun sesama,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (7/11/2026).

Wamenag menyaksikan presentasi karya ilmiah santri RIAB berjudul Inong Tangguh, yang mengangkat kearifan lokal smong masyarakat Pulau Simeulue dalam mengenali potensi tsunami lalu memadukannya dengan edukasi untuk anak-anak dan pemberdayaan perempuan. Wamenag menilai inovasi berbasis kearifan lokal tersebut sangat aplikatif untuk ditransformasikan menjadi modul pembelajaran kebencanaan di pesantren dan madrasah.

Baca Juga:
Polri Siagakan Personel hingga K9 Antisipasi Bencana Alam Akhir Tahun 2026

“Kita rancang integrasi kurikulum ini agar madrasah dan pesantren punya kesiapan yang baik dalam menanggulangi bencana. Ini sejalan dengan agenda kita di kementerian untuk terus memperkuat edukasi keselamatan bagi anak-anak didik,” ujarnya.

Rencana penguatan kurikulum kebencanaan ini juga sejalan dengan inisiatif Kemenag yang baru saja membentuk tim koordinasi penanganan darurat bernama Kemenag Peduli. Tim ini tidak hanya berfokus pada respons cepat ketika bencana terjadi, melainkan juga mendukung langkah-langkah preventif serta edukatif di lingkungan satuan pendidikan agama.

“Langkah integrasi kurikulum ini terhubung langsung dengan tim Kemenag Peduli yang baru kita bentuk. Fokus kita bukan hanya tanggap darurat pascabencana, melainkan membangun kesiapan sejak dini di lingkungan pendidikan,” kata Romo Syafii.

Lebih lanjut, Wamenag mendorong pembaharuan cara pandang kurikulum di madrasah dan pesantren dengan menghapus dikotomi lama antara ilmu umum dan ilmu agama. Baginya, ilmu-ilmu sains seperti geologi kebencanaan, matematika, fisika, kimia, dan biologi pada hakikatnya merupakan bagian integral dari pendidikan keagamaan yang memperkuat pemahaman atas ciptaan Tuhan.

“Jangan lagi ada sekat 'ini ilmu umum, ini ilmu agama'. Kimia, biologi, matematika, maupun sains kebencanaan hakikatnya adalah bagian dari pendidikan agama. Santri yang sedang mendalami ilmu apa pun sesungguhnya tengah menjalankan proses pendidikan Islam,” ujarnya. 

Wamenag juga turut menyampaikan apresiasi terhadap kemajuan tata kelola dan fasilitas pondok pesantren modern saat ini yang dinilainya sudah sangat representatif. Dia memandang para santri hari ini memiliki ekosistem belajar yang jauh lebih layak, asri, dan suportif untuk mengasah potensi intelektual maupun spiritual secara optimal.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pengasuh pondok, para ustaz, dan ustazah yang begitu tulus mengelola pesantren ini. Anak-anakku sekalian hari ini menikmati fasilitas dan pendidikan yang jauh lebih baik daripada masa kecil saya dulu. Apalagi sekarang pemerintah hadir langsung lewat program Makanan Bergizi Gratis (MBG), cek kesehatan gratis, hingga bantuan operasional sekolah. Ini era di mana negara benar-benar memastikan masa depan kalian terjaga lewat pemenuhan gizi dan pendidikan yang bermutu,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan pesan semangat kepada para santri. Wamenag menitipkan amanah kepemimpinan bangsa kepada para santri dan mengimbau mereka untuk memiliki ambisi serta cita-cita yang tinggi. 

“Gantungkan mimpi kalian sebesar-besarnya. Jangan puas hanya bercita-cita biasa. Santri harus berani bermimpi menjadi menteri, wakil presiden, bahkan presiden Republik Indonesia. Cita-cita besar itulah tautan pengikat semangat juang agar kita tidak mudah menyerah,” pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kota Cirebon Disiapkan Jadi Model Ekonomi Kreatif Nasional, Disbudpar Ajukan Konsep ke Kemenekraf Desember 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Program Biodiversity Action Plan Pertamina Targetkan Penghijauan 8 Hektare di Tuban
• 13 jam lalu
0
thumb
Saatnya Beli untuk Investasi, Harga Emas Antam Hari Ini 7 November 2026 Turun Jadi Rp2.545.000 per Gram
• 36 menit lalu
0
thumb
Mahasiswa di Tangerang Ditipu Usai Kencan dengan Wanita Kenalan IG, Motor Raib
• 14 jam lalu
0
thumb
Babak Baru Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Motif Berubah Diduga dari Perselisihan Istri Siri-Sah Jadi Tuntutan Ekonomi
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.