JAKARTA - Sebelum dikenal dengan nama Indonesia, wilayah Nusantara ternyata pernah memiliki sejumlah sebutan berbeda. Nama-nama tersebut muncul dalam berbagai catatan sejarah, mulai dari masa kerajaan kuno hingga pendudukan Jepang.
Perubahan nama itu dipengaruhi oleh perkembangan zaman, budaya, serta bangsa-bangsa yang pernah datang dan menguasai wilayah ini.
Lantas, apa saja nama yang pernah digunakan untuk menyebut Indonesia sebelum merdeka? Berikut daftarnya, sebagaimana dirangkum dari kanal YouTube Angka dan Data:
1. Dwipantara
Dwipantara merupakan salah satu istilah kuno yang dikaitkan dengan penyebutan wilayah kepulauan di Asia Tenggara. Istilah ini berasal dari bahasa Sanskerta, yakni dwipa yang berarti pulau dan antara yang merujuk pada wilayah seberang atau luar.
Secara umum, Dwipantara menggambarkan wilayah kepulauan yang berada di seberang India.
2. Nusantara
Istilah Nusantara dikenal luas pada masa Kerajaan Majapahit. Nama ini tercatat dalam Sumpah Palapa yang diucapkan Patih Gajah Mada pada 1336.
Baca Juga:Relawan GI-JOE Hormati Putusan MK, Siap Tempuh Jalur Hukum jika Ada Fitnah terhadap GibranDalam konteks Majapahit, Nusantara merujuk pada wilayah-wilayah kepulauan di luar pusat kekuasaan Majapahit yang ingin dipersatukan dalam pengaruh kerajaan.
Istilah tersebut kemudian berkembang dan digunakan untuk menyebut wilayah kepulauan Indonesia.
3. Hindia
Sebutan Hindia digunakan oleh bangsa Eropa untuk merujuk wilayah di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Istilah ini berkaitan dengan penyebutan geografis wilayah yang berada di sekitar Samudra Hindia.
Dalam perkembangannya, sebutan Hindia juga digunakan untuk merujuk wilayah kepulauan yang kini menjadi Indonesia.
4. Hindia-Belanda
Kedatangan Belanda pada 1596 melalui ekspedisi yang dipimpin Cornelis de Houtman menjadi awal meningkatnya pengaruh kolonial Belanda di Nusantara.
Pada masa penjajahan, wilayah Indonesia dikenal dengan sebutan Hindia-Belanda atau *Netherlands East Indies*. Nama tersebut digunakan untuk menyebut wilayah kolonial Belanda di kawasan Asia Tenggara.
5. Insulinde
Baca Juga:Pakar Hukum Tata Negara Bivitri: MK Simpulkan Ijazah SMA Gibran Memang Tidak AdaIstilah Insulinde dipopulerkan oleh Eduard Douwes Dekker, penulis Belanda yang dikenal dengan nama Multatuli.
Istilah ini digunakan sebagai alternatif untuk menyebut wilayah Hindia-Belanda. Insulinde berasal dari bahasa Latin, yakni insula yang berarti pulau. Nama tersebut menggambarkan wilayah kepulauan yang kini dikenal sebagai Indonesia.
6. Kepulauan Melayu
Pada 1869, penjelajah asal Inggris, Alfred Russel Wallace, memopulerkan istilah The Malay Archipelago melalui karya tulisnya.
Dalam bahasa Indonesia, istilah tersebut berarti Kepulauan Melayu. Cakupan wilayahnya tidak hanya meliputi Indonesia, tetapi juga sejumlah wilayah lain di Asia Tenggara, termasuk Malaysia dan Singapura.
7. To-Indo
Pada masa pendudukan Jepang, yakni 1942–1945, wilayah Indonesia juga dikenal dengan istilah To-Indo atau Hindia Timur dalam penyebutan Jepang.
Istilah tersebut digunakan dalam konteks administrasi dan penyebutan wilayah selama Jepang berkuasa di Indonesia.
Baca Juga:KPK Panggil Nusron Wahid Terkait Kasus ATR/BPN Hari IniBerbagai sebutan tersebut menunjukkan panjangnya perjalanan sejarah penamaan wilayah Indonesia. Hingga akhirnya, nama Indonesia semakin menguat sebagai identitas bangsa dan digunakan secara resmi setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
#nasional





Komentar (0)