Jakarta: Normalisasi Kali Ciliwung masih terus berlangsung. Hal itu salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengantisipasi potensi banjir pada musim hujan 2026.
Berdasarkan pantauan Metrotvnews.com di salah satu bantaran Kali Ciliwung, Jakarta Pusat, pada Jumat, 6 November 2026, air sungai terlihat berwarna cokelat dengan kondisi aliran yang cukup penuh.
Di sekitar bantaran sungai, kondisi jalan terpantau sepi dan tidak terlihat aktivitas warga. Terlihat, dua alat berat berupa ekskavator tampak berada di tepi sungai, sementara deretan rumah di sepanjang bantaran juga terlihat sepi.
Baca Juga :
Antisipasi Banjir Jakarta, Proyek Normalisasi Sungai DikebutMenurut warga setempat, kondisi Kali Ciliwung belum menyebabkan air meluap hingga ke jalanan ketika hujan datang. Warga menyebut, air biasanya hanya memenuhi aliran sungai sebelum kembali surut dalam waktu tidak terlalu lama.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan, proses normalisasi Kali Ciliwung saat ini masih berada pada tahap pengadaan tanah yang tengah berlangsung.
“Normalisasi Kali Ciliwung sedang berada pada tahap pengadaan tanah yang saat ini dalam proses pemberkasan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas SDA DKI Jakarta bertugas melakukan pembebasan tanah. Sedangkan untuk pekerjaan fisik tanggul dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU,” kata Ika saat dikonfirmasi, Jumat, 6 November 2026.
Kondisi Kali Ciliwung, Jakpus. Foto: Metro TV/Nattasya.
Ika menyebut, pembangunan tanggul Kali Ciliwung telah mencapai 17,14 kilometer dari total rencana sepanjang 33,69 kilometer.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan Pemprov DKI Jakarta akan mempercepat normalisasi sejumlah sungai, di antaranya Kali Angke, Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama.
Pengerjaan ditargetkan terus diintensifkan hingga Desember 2026. Percepatan pengerjaan untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan pada awal tahun depan.





Komentar (0)